Home / Kabar Berita / Gelombang Aksi “No Kings” Guncang Amerika, Ribuan Warga Serentak Protes Pemerintahan Donald Trump

Gelombang Aksi “No Kings” Guncang Amerika, Ribuan Warga Serentak Protes Pemerintahan Donald Trump

majalahsuaraforum.com – Ribuan warga Amerika Serikat menggelar aksi besar bertajuk “No Kings” atau “Tidak Ada Raja” sebagai bentuk penolakan terhadap gaya kepemimpinan Presiden Donald Trump. Demonstrasi ini berlangsung pada Sabtu (18/10/2025) waktu setempat dan menjadi salah satu aksi protes terbesar yang terjadi sepanjang tahun ini.

Aksi utama dipusatkan di kawasan Times Square, New York, dan diikuti pula oleh warga di sejumlah kota besar lainnya di Amerika Serikat. Ribuan demonstran memadati jantung Manhattan sejak pagi dengan membawa berbagai poster dan spanduk yang berisi kritik terhadap kebijakan pemerintahan Trump.

Ribuan Massa Padati New York Menurut laporan koresponden RIA Novosti, hingga pukul 12.00 siang waktu setempat (23.00 WIB), massa terus berdatangan ke lokasi aksi. Para peserta menampilkan tulisan-tulisan seperti “Democracy, Not Monarchy” dan “No Kings in America” sebagai simbol penolakan terhadap praktik kekuasaan yang mereka nilai semakin otoriter.

Kebijakan Trump dalam bidang imigrasi, hukum, dan pelayanan publik menjadi sorotan utama dalam unjuk rasa tersebut. Meskipun jumlah peserta mencapai ribuan orang, demonstrasi berlangsung damai tanpa adanya bentrokan ataupun intervensi dari aparat kepolisian.

Trump Bermain Golf di Tengah Aksi Nasional Sementara itu, di waktu yang sama, Presiden Donald Trump diketahui tengah berada di Florida untuk bermain golf pada akhir pekan. Keputusan ini menuai reaksi keras dari sejumlah peserta aksi yang menilai Trump tidak peduli terhadap aspirasi rakyat dan lebih memilih bersantai di tengah meningkatnya gelombang protes.

Protes Serentak di Ribuan Titik Penyelenggara gerakan “No Kings” menyampaikan bahwa lebih dari 2.500 aksi protes dijadwalkan berlangsung serentak di berbagai negara bagian di Amerika Serikat, termasuk di Washington D.C. Jutaan warga diperkirakan ikut serta dalam gerakan tersebut, yang disebut sebagai bentuk perjuangan rakyat menuntut kembalinya nilai-nilai demokrasi yang sejati.

Gelombang protes ini menjadi aksi kedua sepanjang tahun 2025, setelah demonstrasi serupa digelar pada pertengahan Juni lalu. Aksi kali ini menunjukkan bahwa ketidakpuasan publik terhadap pemerintahan Trump semakin meluas, terutama terhadap kebijakan yang dianggap membatasi kebebasan sipil dan memperlemah sistem demokrasi.

Seruan Menolak Kekuasaan Otoriter Gerakan “No Kings” menjadi simbol kuat penolakan terhadap segala bentuk kekuasaan yang bersifat absolut. Pesan utama dari aksi ini adalah bahwa Amerika Serikat tidak memerlukan “raja”, melainkan pemimpin yang menghormati prinsip keadilan, kesetaraan, dan kebebasan rakyat.

Dengan meluasnya demonstrasi ini di seluruh negeri, dunia internasional kembali menyoroti dinamika politik Amerika yang kian memanas. Gerakan rakyat yang tumbuh dari bawah ini diyakini akan terus berlanjut, mencerminkan keinginan besar masyarakat untuk mengembalikan pemerintahan yang lebih terbuka, transparan, dan berpihak pada warga negara.

Red.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh