majalahsuaraforum.com – Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menyambut positif kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang akan membentuk tim investigasi independen guna mengusut tuntas kerusuhan aksi demonstrasi pada akhir Agustus lalu.
Pengumuman pembentukan tim tersebut disampaikan langsung Presiden Prabowo saat melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh Gerakan Nurani Bangsa (GNB) di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Menurut Indef, kasus kerusuhan yang mengakibatkan jatuhnya banyak korban jiwa itu tidak boleh dibiarkan berlalu tanpa kejelasan. Mereka menilai, penutupan kasus hanya akan memperdalam luka kolektif bangsa. Oleh karena itu, Indef meminta presiden untuk membuka ruang dialog yang luas serta menjadikan aspirasi rakyat sebagai dasar dalam membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.
“Indef berada dalam posisi mendukung agar tim independen pencari fakta kasus tersebut terbuka bagi publik. Yang bersalah diberi hukuman yang adil,” tegas Indef dalam keterangan tertulis pada Minggu (14/9/2025).
Sebagai bagian dari upaya memberikan masukan, Indef melalui Pusat Pengembangan Big Data Continuum memanfaatkan teknologi machine learning untuk menghimpun dan menganalisis ratusan ribu percakapan netizen mengenai peristiwa tersebut. Dari hasil analisis itu, terlihat bahwa masyarakat menaruh harapan besar agar penyelesaian masalah diambil alih oleh pimpinan tertinggi negara, yakni presiden, wakil presiden, dan Kapolri.
Indef juga mencatat ribuan percakapan publik yang berisi masukan serta rekomendasi. Di antaranya, desakan reformasi aparat dengan jumlah sekitar 8.000 percakapan, percepatan pengesahan Undang-Undang Perampasan Aset (6.400 percakapan), wacana pergantian Kapolri (4.900 percakapan), serta permintaan pembebasan massa aksi (2.300 percakapan).
Menurut Indef, pemetaan data ini tidak hanya menjadi bentuk aspirasi, tetapi juga sinyal kuat bahwa masyarakat merasakan kekecewaan yang mendalam terhadap kondisi nasional. Hal ini diperparah dengan meningkatnya pemutusan hubungan kerja (PHK) serta menurunnya daya tahan kelas menengah, yang terlihat dari tabungan masyarakat yang terus menipis.
Indef menegaskan, hasil riset tersebut diharapkan dapat menjadi masukan konstruktif bagi pemerintah dalam merespons keresahan publik sekaligus membangun kepercayaan masyarakat melalui langkah-langkah yang nyata dan transparan.
Octa.











