Majalahsuaraforum.com – Pemerintah Indonesia memberikan respon positif terhadap rencana pertemuan antara Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat (15/8/2025). Pertemuan ini diharapkan dapat membuka peluang bagi terciptanya perdamaian, khususnya dalam penyelesaian konflik di Ukraina.
Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Philips Vermonte, menyampaikan bahwa selama pertemuan tersebut diarahkan untuk mencapai jalan damai, Indonesia akan mendukung sepenuhnya.
“Selama mereka dapat mencapai jalan damai, Indonesia tentu akan menyambutnya dengan baik,” ungkap Philips Vermonte dalam forum diskusi diplomasi yang diadakan bersama Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) di Jakarta, Rabu (13/8/2025).
Philips menegaskan, konflik yang sedang berlangsung di berbagai belahan dunia, seperti di Palestina dan Ukraina, menjadi tantangan berat bagi komunitas internasional. Menurutnya, situasi tersebut juga memberikan dampak langsung terhadap Indonesia.
Ia optimistis bahwa apabila perang antara Rusia dan Ukraina dapat dihentikan, maka hambatan perdagangan akan berkurang dan hubungan ekonomi Indonesia dengan kedua negara bisa meningkat.
“Segala bentuk upaya menuju perdamaian adalah sekutu kita,” tegas Philips.
Selain itu, Philips menekankan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam membangun hubungan baik dengan seluruh negara, selama tetap sejalan dengan kepentingan nasional.
Sebelumnya, Gedung Putih dan Kremlin telah memastikan bahwa pertemuan Trump dan Putin akan dilangsungkan di Alaska. Ajudan Presiden Rusia, Yury Ushakov, mengungkap bahwa utusan khusus Presiden AS, Steve Witkoff, sempat mengusulkan format pertemuan trilateral yang melibatkan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy. Namun, Rusia memilih agar agenda kali ini tetap dalam bentuk pembicaraan bilateral.
Meski demikian, Presiden Putin tidak menutup kemungkinan bertemu dengan Zelenskyy di masa mendatang. Ia menegaskan bahwa beberapa prasyarat harus dipenuhi terlebih dahulu, dan kondisi saat ini dinilai belum memungkinkan.
Di pihak lain, menjelang pertemuan tersebut, Presiden Zelenskyy menegaskan bahwa Ukraina tidak akan menyerahkan wilayahnya kepada Rusia. Ia juga menekankan bahwa setiap keputusan yang menyangkut Ukraina dalam pembicaraan itu harus melibatkan negaranya secara langsung.
Pen. Red.











