Majalahsuaraforum.com – Dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Presiden Prabowo Subianto menyinggung ketegangan global baik dalam ranah geoekonomi maupun geopolitik yang kian meningkat. Salah satu isu utama yang dibahas adalah kebijakan tarif dagang Amerika Serikat terhadap Indonesia.
Presiden menyampaikan bahwa meski AS telah memberlakukan tarif impor atas sejumlah produk Indonesia, pemerintah meresponsnya dengan sikap tenang, logis, dan tidak emosional. Langkah ini, menurut Prabowo, berhasil menekan besaran tarif impor menjadi hanya 19 persen.
“Kita menghadapi tantangan tarif dari Amerika Serikat secara tenang dan penuh perhitungan,” ujar Prabowo dalam pidatonya. Ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas nasional tanpa terbawa emosi dalam menghadapi tekanan ekonomi dari luar negeri.
Prabowo memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh jajaran kementerian dan lembaga terkait yang telah bekerja keras menghadapi dinamika perdagangan global. Ia menyebutkan kontribusi besar dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Investasi, Kementerian Luar Negeri, serta Dewan Ekonomi Nasional.
Menurut Presiden, keberhasilan Indonesia dalam merespons tantangan ini adalah hasil kerja tim yang solid dan diplomasi yang rasional. Pemerintah terus menempatkan perlindungan terhadap masyarakat, pekerja, dan keluarga mereka sebagai prioritas utama.
“Kami memahami bahwa tugas utama pemerintah adalah menjaga kepentingan rakyat, melindungi para pekerja serta keluarga mereka. Kami percaya bahwa langkah yang kami tempuh saat ini adalah yang terbaik, namun kami tidak akan berhenti berupaya mencari kondisi yang lebih baik bagi perekonomian dan bangsa,” lanjutnya.
Selain tekanan perdagangan, Prabowo juga menyoroti kompleksitas situasi geopolitik internasional yang berkembang semakin serius. Ia menyebut bahwa sejak dimulainya pemerintahannya pada 20 Oktober 2024, dinamika global telah berubah drastis.
Menurutnya, berbagai konflik kini terjadi di banyak kawasan dunia. Ia menyoroti krisis di Ukraina, konflik yang memanas di Gaza, Tepi Barat, Lebanon, hingga Suriah. Semua itu, menurutnya, telah menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar, termasuk perempuan dan anak-anak yang tak berdosa.
“Konflik di berbagai belahan dunia berlangsung di depan mata kita semua. Banyak nyawa tak bersalah yang menjadi korban,” ujarnya prihatin.
Tak hanya itu, ia juga menyebut konflik India-Pakistan di Asia Selatan serta ketegangan yang belum mereda antara Thailand dan Kamboja di Asia Tenggara. Untuk yang terakhir, Prabowo menekankan pentingnya peran ASEAN dalam mencari solusi damai bagi kawasan.
“Meski belum terlihat tanda-tanda perdamaian, kita akan terus mendukung peran ASEAN dalam mencari jalan damai di kawasan regional kita,” tutupnya.
Pen. Lan.











