Home / Ekonomi / Kedepankan Layanan Jemaah, Maktour Fokus Dampingi Lansia Saat Ibadah Haji

Kedepankan Layanan Jemaah, Maktour Fokus Dampingi Lansia Saat Ibadah Haji

Maktour Travel Umroh dan Haji menyelenggarakan Manasik Teori 1 dan Vaksin Meningitis untuk Paket Haji Al Hidayah di Wisma Maktour Jalan Otista Raya No 80, Jakarta Timur, Sabtu (4/5/2024).

 

Suara Forum, JAKARTA – Maktour Travel Umroh dan Haji berkomitmen mengedepankan pelayanan jemaah lansia saat musim haji 1445H/2024M sebagaimana tema haji ramah lansia yang diterapkan pemerintah.

Salah satu upaya pelayanan maksimal, Biro perjalanan haji dan umrah nasional ini menyelenggarakan Manasik Teori 1 dan Vaksin Meningitis untuk Paket Haji Al Hidayah di Wisma Maktour Jalan Otista Raya No 80, Jakarta Timur, pada Sabtu (4/5/2024).

Para ustad pendamping jamaah memberikan materi manasik yang pertama, bukan hanya dari segi pemahaman rukun haji maupun wajib haji.

Jemaah juga diberikan bagaimana teknis manasik ini nanti diterapkan di tanah suci karena ini hal yang paling penting.

“Karena peraturan di sana sering berubah-ubah. Mencari berita yang terupdate. Berita apa yang sudah ada saat ini itu yang kita sampaikan.

Lalu kita sebagai petugas, ada yang bertugas sebagai ustadz pembimbing dan ada yang memantau lapangan. Jadi kita bersinergi menggunakan strategi dalam ibadah umroh dan haji, yang tujuannya agar memberikan pelayanan terbaik untuk jamaah,” tutur Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah Maktour Ustad Teuku Otman di lokasi acara, Sabtu (4/5/2024).

Butuh 200 Ha Pembangunan Kawasan Marina Terpadu di Pulau Rote, Pemkab dan PT SMI Gelar Rapat

Kemenag Catat 20 Persen Jemaah Haji Asal Tangerang Lansia di Atas 60 Tahun

Dari persiapan tersebut, Maktour juga mulai fokus pada jemaah haji lanjut usia atau lansia yang akan berangkat di tahun ini.

Lebih jauh, Ustad Otman membahas kemudahan rukhsah atau keringanan ibadah haji bagi lansia.

 

Para calon jemaah haji menyimak materi terkait sanksi atau denda yang harus dibayar saat seseorang menunaikan ibadah haji karena beberapa sebab (Dam) yang disampaikan oleh Ketua Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (FK KBIHU) Jawa Barat, Sunija pada acara Bimbingan Manasik Haji Tingkat Kota Bandung Tahun 2024 di Masjid Pusdai Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (23/4/2024).

Kegiatan yang diselenggarakan Kantor Kementerian Agama Kota Bandung ini bertujuan memberikan pemahaman dan pembekalan kepada calon jemaah haji tentang tata cara pelaksanaan ibadah haji yang sesuai dengan tuntunan agama, serta pembekalan kesiapan fisik dan mental yang diperlukan agar dapat mengikuti dan melaksanakan ibadah haji dengan baik.

Sementara itu, pada musim haji tahun 2024 ini, sebanyak 2.517 calon jemaah haji asal Kota Bandung akan diberangkatkan ke Tanah Suci dengan jadwal keberangkatan 11-13 Mei 2024 dalam tujuh kloter melalui Asrama Haji Bekasi berangkat di Bandara Soekarno Hatta dan Asrama Haji Indramayu berangkat di Bandara Kertajati.

Namun kembali lagi dilihat dari kemampuan masing-masing jemaah.

“Jadi kita lihat kondisi lansia tersebut, apakah dia butuh pendamping yang selalu ada atau tidak. Kita akan siapkan jauh-jauh hari. Misal ini orangtua saya nggak kuat jalan harus siapkan kursi roda setiap saat, maka kita siapkan petugas di sana,” jelasnya.

Selain itu, ia juga mengimbau jamaah Maktour agar tidak panik saat mengalami kesulitan dalam beribadah, sebab para petugas akan siaga membantu.

“Kami imbau kepada jamaah jangan panik, jangan jadi beban berlebihan. Di sana, jamaah tidak akan dilepas, selalu dalam naungan dan bimbingan dari petugas,” imbuh Ustad Otman.

Selanjutnya, jemaah juga diminta untuk dapat memilah ibadah wajib dan sunah seperti arbain.

Arbain merupakan salat wajib berjamaah selama 40 waktu berturut-turut di Masjid Nabawi.

“Yang perlu diingat itu adalah sunah. Jangan sampai mengejar sunah terabaikan yang wajib. Jangan sampai mengejar sunah kewajiban lain terabaikan. Kalau dalam ibadah haji, ayo kita utamakan rukunnya dan wajib hajinya. Sunah itu kalau bisa dilakukan. Jangan sampai mengutamakan yang sunah, namun terbengkalai yang wajib, yang rukun,” jabar Ustad Otman. (red/hd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh