Home / Kabar Berita / Gubernur Aceh Perjuangkan Perpanjangan Dana Otsus dan Pengembalian Tanah Wakaf Blang Padang

Gubernur Aceh Perjuangkan Perpanjangan Dana Otsus dan Pengembalian Tanah Wakaf Blang Padang

Majalahsuaraforum.com, 5 Juli 2025 — Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, yang dikenal luas dengan sapaan Mualem, tengah mengintensifkan upayanya untuk memperjuangkan perpanjangan Dana Otonomi Khusus (Otsus) bagi Aceh. Dana ini dinilai sangat penting untuk mendukung pembangunan dan mengurangi ketimpangan sosial-ekonomi yang masih terjadi di Tanah Rencong.

Dalam rangka menyusun strategi bersama, Mualem mengadakan pertemuan dengan para kepala daerah se-Aceh di Jakarta. Pertemuan ini difokuskan pada langkah-langkah konkret yang akan ditempuh untuk memperjuangkan kelanjutan dana otsus melalui revisi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh.

“Dana otsus adalah instrumen penting bagi Aceh untuk membangun infrastruktur, meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, dan membuka lapangan kerja. Kami ingin memastikan keberlanjutannya demi masa depan masyarakat Aceh,” ujar Mualem dalam pertemuan tersebut.

Sebagaimana diketahui, dana otsus bagi Aceh mulai berlaku sejak 2008 dan dijadwalkan berakhir dalam waktu dekat. Mualem dan para kepala daerah menilai bahwa kondisi pembangunan Aceh masih memerlukan dukungan fiskal khusus agar Aceh tidak tertinggal dari daerah lain.

Selain isu otsus, Mualem juga menaruh perhatian serius pada persoalan tanah wakaf Blang Padang di Banda Aceh. Tanah yang memiliki nilai sejarah dan keagamaan tinggi ini, dulunya diwakafkan untuk kepentingan Masjid Raya Baiturrahman, namun kini dikelola oleh TNI-AD sebagai fasilitas militer.

Untuk itu, Gubernur Aceh telah secara resmi mengirim surat kepada Presiden Republik Indonesia guna meminta penyelesaian status kepemilikan tanah tersebut. Mualem menegaskan bahwa tanah itu harus dikembalikan sesuai niat awal pewakaf, yakni untuk kepentingan umat Islam di Aceh.

“Tanah wakaf Blang Padang bukan sekadar lahan, tetapi warisan sejarah dan amanah spiritual dari para pendahulu kita. Pengembaliannya ke fungsi awal adalah bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai keagamaan dan sejarah Aceh,” tegasnya.

Dua agenda besar yang diperjuangkan Mualem ini memperlihatkan komitmennya dalam memperkuat posisi Aceh secara politik, ekonomi, dan spiritual. Pemerintah Aceh berharap dukungan dari pemerintah pusat dan seluruh elemen bangsa agar perjuangan ini dapat membuahkan hasil nyata bagi masyarakat Aceh.

 

Pen. Dew. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh