Home / Politik / Pengamat: Spekulasi Prabowo Ingin Singkirkan Loyalis Jokowi Lewat PDIP Terlalu Berlebihan

Pengamat: Spekulasi Prabowo Ingin Singkirkan Loyalis Jokowi Lewat PDIP Terlalu Berlebihan

majalahsuaraforum.com — Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, menilai spekulasi yang menyebut Presiden Prabowo Subianto ingin menyingkirkan loyalis Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), dari Kabinet Merah Putih lewat tekanan PDIP, sebagai hal yang terlalu berlebihan.

Menanggapi dinamika antara PDIP dan Jokowi, Dedi menyebut kritik yang dilayangkan PDIP terhadap para menteri yang merupakan “warisan” dari pemerintahan Jokowi merupakan hal yang wajar dalam dunia politik.

“Spekulasi perintah Prabowo tentu berlebihan. Situasi ini normal saja dalam praktik politik partai politik, di mana saat mereka tidak berada di dalam kabinet, cenderung lebih kritis,” kata Dedi kepada RMOL, Rabu (28/5/2025).

Kritik PDIP Dinilai Wajar

Dedi menjelaskan, sikap kritis PDIP terhadap loyalis Jokowi tak lepas dari dinamika hubungan yang menegang di akhir masa pemerintahan Jokowi, termasuk soal pencalonan presiden 2024 yang sempat memicu keretakan internal.

“PDIP dan Jokowi memang tidak dalam situasi baik, maka bisa dipahami jika PDIP secara intens melakukan kritik pada loyalis Jokowi di kabinet,” tambahnya.

Menurutnya, kritik dari partai politik di luar pemerintahan adalah bagian dari mekanisme check and balance dalam demokrasi. Namun, narasi bahwa PDIP sedang menjalankan misi tersembunyi Prabowo untuk “membersihkan” kabinet dari pengaruh Jokowi dianggap tidak berdasar.

Latar Belakang Ketegangan

Sebagaimana diketahui, hubungan antara PDIP dan Presiden Jokowi belakangan ini terlihat merenggang, terutama pasca-Pemilu 2024. PDIP sering kali melontarkan kritik tajam terhadap sejumlah menteri yang sebelumnya dikenal dekat dengan Jokowi, memunculkan spekulasi tentang adanya “perang dingin” antar kubu.

Namun, sejumlah pengamat politik, termasuk Dedi, menilai situasi ini sebagai bagian dari dinamika politik pasca-pemilu yang wajar dan tidak bisa langsung dikaitkan dengan intervensi dari Presiden terpilih.(Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh