Home / Hukum - Kriminal / Hasil Penyemaian Mandiri Warga Binaan, Lapas Plantungan Tanam Bibit Sawi Pagoda Dukung Ketahanan Pangan

Hasil Penyemaian Mandiri Warga Binaan, Lapas Plantungan Tanam Bibit Sawi Pagoda Dukung Ketahanan Pangan

majalahsuaraforum.com-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIB Plantungan terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan program pembinaan kemandirian warga binaan melalui kegiatan pertanian produktif. Kali ini, kegiatan diwujudkan melalui penanaman bibit sawi pagoda yang merupakan hasil penyemaian benih secara mandiri oleh warga binaan bersama jajaran petugas.

Penanaman bibit sawi pagoda dilaksanakan pada Rabu (4/11) dengan memanfaatkan bibit yang sebelumnya telah melalui proses penyemaian dan perawatan secara mandiri. Keberhasilan menghasilkan bibit dari proses penyemaian sendiri menjadi salah satu bentuk keterlibatan aktif warga binaan dalam setiap tahapan budidaya pertanian, mulai dari persiapan benih, penyemaian, pemeliharaan bibit, hingga penanaman di lahan yang telah disiapkan.

Kegiatan ini tidak sekadar berorientasi pada hasil pertanian, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan untuk mengembangkan keterampilan praktis di bidang pertanian. Melalui keterlibatan secara langsung, warga binaan dilatih untuk memiliki kedisiplinan, ketekunan, tanggung jawab, serta kemampuan mengelola kegiatan produktif yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.

Program ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan merupakan bagian dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) yang diselaraskan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Melalui program ini, Lapas didorong untuk mengoptimalkan potensi pertanian sekaligus menjadikan kegiatan ketahanan pangan sebagai bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan.

Kepala Lapas Pemuda Kelas IIB Plantungan, Suharno, S.H., M.H., menyampaikan bahwa pemanfaatan bibit hasil penyemaian mandiri merupakan bentuk perkembangan positif dalam pelaksanaan pembinaan pertanian di Lapas. Menurutnya, proses dari penyemaian hingga penanaman memberikan pengalaman berharga bagi warga binaan untuk memahami budidaya tanaman secara lebih menyeluruh.

“Kami sangat mendorong keterlibatan aktif warga binaan dalam setiap tahapan kegiatan pertanian. Bibit sawi pagoda yang ditanam hari ini merupakan hasil penyemaian mandiri, sehingga ada proses pembelajaran dan usaha yang mereka lakukan sejak awal. Harapannya, kegiatan seperti ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga memberikan keterampilan yang bermanfaat sebagai bekal kemandirian mereka setelah kembali ke masyarakat,” ungkap Suharno.

Lapas Pemuda Plantungan akan terus mengembangkan kegiatan pertanian sebagai salah satu program unggulan pembinaan kemandirian. Pemanfaatan hasil penyemaian mandiri diharapkan dapat mendorong keberlanjutan budidaya tanaman sekaligus meningkatkan produktivitas warga binaan.

Melalui penanaman sawi pagoda ini, Lapas Pemuda Kelas IIB Plantungan menegaskan bahwa program ketahanan pangan dapat berjalan beriringan dengan pembinaan pemasyarakatan. Tidak hanya menghasilkan komoditas pertanian, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi warga binaan untuk belajar, berkarya, dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih mandiri dan produktif.(hil)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *