majalahsuaraforum.com – Konten kreator Bobon Santoso menceritakan kronologi kecelakaan yang dialaminya ketika menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Insiden tersebut terjadi saat ia mengikuti kegiatan pembagian bantuan secara langsung kepada warga di Palangka Raya.
Kisah kecelakaan itu disampaikan Bobon melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, @bobonsantoso, pada Sabtu (31/10/2026). Dalam video tersebut, ia menjelaskan perjalanan penyaluran bantuan hingga kejadian yang membuat dirinya harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.
“Kronologi & Klarifikasi!! Penyaluran bantuan Pemerintah masih berlanjut, dimulai dari beberapa Kab/ Kota di Kalsel, hingga beberapa Kab/ Kota di Kalteng bersama @kodamtambunbungai Pastinya banyak masyarakat terdampak tidak menerima bantuan ini, kami mohon maaf jika tidak merata (dijelaskan dalam video),” tulis Bobon dalam takarir unggahannya, dikutip Minggu (1/11/2026).
Ia juga menyampaikan kejadian tersebut dengan nada bercanda. Bobon menggambarkan dirinya datang dengan penuh semangat untuk menyalurkan bantuan, tetapi harus pulang dengan kondisi kaki pincang.
“Datang dengan Gagah pulang dengan Pincang. Tetap semangat semuanya, Tuhan berkati semua para Relawan dan Petugas Karhutla,” tambah dia.
Berawal dari Penyaluran Bantuan di Palangka Raya
Dalam video yang dibagikan, Bobon menjelaskan bahwa kegiatan penyaluran bantuan dilakukan setelah sebelumnya ia membagikan bantuan di Banjarmasin. Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
Di lokasi tersebut, pembagian bantuan dipusatkan di Jalan Tjilik Riwut KM 8. Ribuan warga disebut telah berkumpul untuk menerima bantuan yang berasal dari Presiden Prabowo Subianto.
Bantuan tersebut diberikan setelah Bobon menyampaikan laporan mengenai buruknya kualitas udara di Kalimantan akibat kabut asap karhutla. Setelah bantuan disiapkan, ia merasa memiliki tanggung jawab untuk ikut memastikan proses distribusinya berjalan dengan baik.
“Bertempat di Jalan Cilik Riwut KM 8, ribuan masyarakat sudah berkumpul untuk menerima bantuan. Beberapa hari sebelumnya, kami juga sudah salurkan kepada banyak relawan di Banjarbaru, Kabupaten Barito Kuala, dan juga sudah disalurkan oleh Kodam ke beberapa wilayah di Kalsel dan juga di Kalteng. Tetapi fokus utama kami tentunya masyarakat Palangka Raya dan sekitarnya, yang artinya lebih banyak pembagian di sini,” ungkap Bobon.
Setelah pembagian bantuan di lokasi utama selesai, Bobon diajak Pangdam untuk melanjutkan distribusi secara langsung dari rumah ke rumah atau door-to-door.
Ia kemudian menaiki kendaraan operasional roda tiga milik Kopdes Merah Putih bersama sejumlah penumpang. Namun, perjalanan tersebut berakhir dengan kecelakaan setelah kendaraan yang ditumpangi menabrak area perkebunan sawit di pinggir jalan.
“Setelah itu, Bapak Pangdam mengajak kami untuk menyalurkan door-to-door ke warga. Dengan penuh semangat, kami menaiki motor tiga roda Kopdes. Sempat video sedikit-sedikit sebelum akhirnya nabrak lahan sawit! Terpental semua penumpang di bak,” tutur dia.
Kaki Bobon Sempat Terjepit di Kendaraan
Bobon mengungkapkan, benturan tersebut membuat para penumpang yang berada di bagian bak kendaraan terpental. Berbeda dengan penumpang lainnya, kakinya justru terjepit pada bagian kendaraan.
Ia sempat bergelantungan dengan posisi kaki berada di atas karena terjepit. Kondisi tersebut membuatnya khawatir mengalami patah tulang akibat rasa sakit yang dirasakan.
“Kecuali gua, karena kaki ternyata terjepit di bak motor. Sambil kegelantungan dengan kaki di atas yang terjepit, gua kira kaki gua patah. Sakit sekali, guys! Setelah memastikan kaki gua nggak patah dan semuanya oke, gua ambil HP dan rekamlah,” lanjut Bobon.
Setelah memastikan kondisi kakinya tidak patah dan penumpang lainnya dalam keadaan baik, Bobon mengambil telepon genggam untuk merekam situasi setelah kecelakaan.
Ia menjelaskan bahwa video tersebut sengaja dibuat dan diunggah sebagai bentuk keterbukaan kepada masyarakat mengenai proses penyaluran bantuan. Menurutnya, informasi mengenai insiden itu perlu disampaikan agar tidak muncul kesalahpahaman terkait distribusi bantuan pemerintah.
“Kenapa harus gua rekam dan posting? Karena ini sebagai bentuk tanggung jawab gua kepada ribuan masyarakat yang sedang menunggu bantuan dari pemerintah. Jika masyarakat tidak tahu ada dinamika seperti ini, khawatir ada oknum yang nuduh bantuan pemerintah ditilap Bobon Santoso. Kan capek kalau kayak gitu. Pokoknya posting dan jelaskan melalui sosmed agar masyarakat tahu dan bisa bersabar dalam pendistribusian,” jelas dia.
Penyaluran Bantuan Tetap Dilanjutkan
Usai kejadian tersebut, Bobon bersama tim langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, proses pembagian bantuan tetap berjalan dan dilanjutkan oleh anggota TNI, termasuk Pangdam.
Bobon juga mengungkapkan rasa malunya karena kecelakaan tersebut terjadi ketika ia menaiki kendaraan operasional Kopdes Merah Putih yang dikemudikan oleh Dandim.
“Setelah insiden tersebut, penyaluran dilanjutkan oleh teman-teman TNI termasuk Pangdam. Gua dan tim dibawa ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut. Pokoknya malu sih, naik motor Kopdes, nabrak sawit, yang nyetir Dandim. Datang dengan gagah, pulang malah pincang,” papar Bobon.
Meski mengalami kecelakaan, ia tetap bersyukur karena kegiatan penyaluran bantuan dapat diteruskan. Bobon turut menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Palangka Raya dan sekitarnya, pemerintah pusat, Presiden Prabowo Subianto, serta Sekretaris Kabinet atas dukungan yang diberikan.
“Pokoknya terima kasih semua masyarakat Palangka Raya dan sekitarnya, terima kasih atas bantuannya dari Pemerintah Pusat, Bapak Presiden, dan juga Mas Seskab. Yang paling utama, sujud syukur kita panjatkan tentunya untuk Tuhan Yang Maha Esa yang telah melindungi kita, dan bencana karhutla ini bisa berangsur membaik,” pungkas dia.
farhan.









