majalahsuaraforum.com-Dalam upaya memperkenalkan lingkungan pemasyarakatan yang edukatif sekaligus menanamkan kepedulian terhadap ketahanan pangan sejak usia dini, Lapas Pemuda Kelas IIB Plantungan menggelar kegiatan sarasehan dan koordinasi program *outbound* serta edukasi ketahanan pangan bersama MI Al Islam Sukorejo.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bapak Ahmad Faturozi selaku penanggung jawab kegiatan dari MI Al Islam Sukorejo bersama tim. Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Kepala Lapas Pemuda Kelas IIB Plantungan, Suharno, beserta jajaran. Pertemuan ini berlangsung di saung koprasi Inkopasindo Lapas dan menjadi langkah awal untuk membangun koordinasi dan menyelaraskan konsep kegiatan agar pelaksanaan edukasi bagi para siswa dapat berjalan dengan baik, aman, dan memberikan manfaat nyata.
Dalam kegiatan ini, Lapas Pemuda Plantungan tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan kegiatan *outbound*, tetapi juga ruang pembelajaran yang memperkenalkan pentingnya ketahanan pangan melalui praktik langsung. Para siswa nantinya dapat memperoleh pengalaman mengenal berbagai kegiatan produktif di lingkungan lapas, mulai dari budidaya tanaman sayuran, perawatan tanaman, hingga pengenalan sektor perikanan dan peternakan yang menjadi bagian dari program kemandirian warga binaan.
Melalui pendekatan belajar sambil beraktivitas, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa ingin tahu, kedisiplinan, kerja sama, serta kepedulian siswa terhadap lingkungan. Edukasi ketahanan pangan juga menjadi sarana untuk mengenalkan bahwa kebutuhan pangan dapat dipenuhi melalui pemanfaatan lahan secara produktif, kreatif, dan berkelanjutan.
Kepala Lapas Pemuda Kelas IIB Plantungan, Suharno, menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik rencana kegiatan tersebut sebagai bentuk keterbukaan lapas dalam mendukung pendidikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Lapas tidak hanya menjadi tempat pembinaan bagi warga binaan, tetapi juga dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat. Kami berharap kegiatan ini memberikan pengalaman baru bagi para siswa, menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan, serta mengenalkan pentingnya ketahanan pangan sejak dini. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin menunjukkan bahwa lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara produktif dan memberikan nilai edukasi bagi generasi muda,” ungkap Suharno.
Sementara itu, Ahmad Faturozi selaku penanggung jawab kegiatan dari MI Al Islam Sukorejo menyampaikan apresiasi atas sambutan dan dukungan yang diberikan oleh Lapas Pemuda Plantungan.
Ia menambahkan bahwa kegiatan *outbound* yang dipadukan dengan edukasi ketahanan pangan diharapkan menjadi pengalaman belajar yang berbeda bagi para siswa. Menurutnya, pembelajaran secara langsung di lapangan dapat membantu anak-anak memahami materi dengan lebih mudah sekaligus membangun karakter positif.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kalapas Pemuda Plantungan beserta jajaran yang telah menyambut dan membuka ruang koordinasi bagi kegiatan ini. Kami berharap para siswa MI Al Islam Sukorejo tidak hanya mendapatkan pengalaman yang menyenangkan melalui kegiatan *outbound*, tetapi juga memperoleh pengetahuan tentang pertanian, peternakan, dan pentingnya menjaga ketahanan pangan. Harapannya, anak-anak dapat belajar menghargai proses, melatih kemandirian, serta memahami bahwa pangan merupakan kebutuhan penting yang harus dijaga bersama,” ujar Ahmad Faturozi.
Sarasehan dan koordinasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan dan pemasyarakatan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan kegiatan yang tidak sekadar rekreatif, tetapi juga sarat nilai pendidikan, pembentukan karakter, dan kepedulian sosial.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Lapas Pemuda Kelas IIB Plantungan terus berupaya mengembangkan program ketahanan pangan sebagai sarana pembinaan kemandirian warga binaan sekaligus sumber pembelajaran yang bermanfaat bagi masyarakat luas.(hil)










