majalahsuaraforum.com – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Jenderal TNI Richard Taruli Horja Tampubolon sebagai Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) yang membidangi strategis doktrin dan pembangunan kekuatan. Pelantikan berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Richard dilantik bersamaan dengan Marsekal Yusuf Jauhari yang mendapat tugas sebagai Wamenhan bidang logistik industri pertahanan dan teknologi. Pengangkatan keduanya didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 42 M Tahun 2026 tentang pengangkatan wakil menteri negara untuk sisa masa jabatan 2024–2029.
Sebelum menduduki jabatan baru tersebut, Richard menjabat sebagai Kepala Staf Umum (Kasum) TNI. Ia merupakan perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang memiliki pengalaman panjang di berbagai bidang, mulai dari operasi pasukan khusus, kepemimpinan satuan, hingga jabatan strategis di tingkat pusat.
Profil Richard Taruli Horja Tampubolon
Richard Taruli Horja Tampubolon lahir di Jakarta pada 23 Mei 1969. Ia merupakan perwira tinggi TNI Angkatan Darat dari kecabangan Infanteri dan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1992.
Setelah menuntaskan pendidikan di Akmil, Richard menjalani berbagai penugasan di lingkungan TNI AD. Ia juga mengikuti sejumlah pendidikan lanjutan, termasuk pendidikan komando, terjun payung, dan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad).
Berbekal pendidikan serta pengalaman tersebut, perjalanan karier Richard mencakup sejumlah bidang, seperti operasi militer, komando satuan, intelijen, dan tugas staf di tingkat yang lebih tinggi.
Kariernya di lingkungan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dimulai melalui sejumlah posisi, antara lain Pabandya Lid Sintel Kopassus, Komandan Batalyon 11 Grup 1 Kopassus, Wakil Komandan Grup 2 Kopassus, serta Asisten Intelijen Danjen Kopassus.
Pada periode 2014–2015, Richard dipercaya menjabat sebagai Komandan Grup 2 Kopassus. Ia kemudian memimpin Grup 3 Kopassus sebelum mendapat penugasan sebagai Komandan Rindam VI/Mulawarman pada 2016.
Perjalanan Karier di Berbagai Jabatan Strategis
Setelah menjalani sejumlah tugas di lingkungan pasukan khusus, Richard melanjutkan kariernya di satuan teritorial. Pada 2016–2017, ia menjabat Komandan Korem 023/Kawal Samudera.
Selanjutnya, Richard dipercaya sebagai Wakil Komandan Jenderal Kopassus pada 2017–2018. Setahun kemudian, ia mendapat penugasan sebagai Kepala Staf Kodam VI/Mulawarman untuk periode 2018–2019.
Kariernya berlanjut di tingkat komando gabungan wilayah pertahanan. Pada 2019–2020, Richard menjabat Kepala Staf Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I.
Ia kemudian dipercaya memimpin Komando Operasi Khusus TNI pada 2020–2021. Setelah itu, Richard menjabat Panglima Kodam XVI/Pattimura pada 2021–2022 dan Inspektur Jenderal TNI Angkatan Darat pada 2022–2023.
Pada 2023, Richard ditunjuk menjadi Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III. Ia menjalankan tugas tersebut hingga 2024, sebelum akhirnya dipercaya sebagai Kepala Staf Umum TNI mulai 24 Juli 2024.
Setelah menjalani berbagai jabatan tersebut, Richard kembali mendapat amanah baru melalui pelantikannya sebagai Wamenhan bidang strategis doktrin dan pembangunan kekuatan pada 15 Oktober 2026.
Pengalaman Operasi dan Prestasi
Selain memiliki pengalaman dalam memimpin berbagai satuan, Richard juga tercatat pernah terlibat dalam sejumlah operasi militer. Salah satunya adalah Operasi Nemangkawi di Papua pada 2018.
Saat itu, Richard menjabat sebagai Wakil Komandan Jenderal Kopassus dan dipercaya menjadi Kepala Operasi Nemangkawi I. Ia juga tercatat pernah mengikuti operasi militer di Timor Timur pada 1998.
Di luar tugas kemiliteran, Richard turut memiliki pengalaman dalam pembinaan olahraga nasional. Pada penyelenggaraan SEA Games 2011 di Palembang, ia bertugas sebagai komandan subkontingen.
Selama menjalani pengabdian di lingkungan TNI, Richard menerima sejumlah tanda kehormatan dan brevet militer. Beberapa penghargaan yang tercatat dalam riwayatnya meliputi Bintang Dharma, Bintang Yudha Dharma Pratama, dan Bintang Kartika Eka Paksi Pratama, serta sejumlah Satyalancana.
Pada Januari 2026, Richard juga tercatat menerima Bintang Jasa Nararya. Selain itu, ia memiliki sejumlah brevet yang berkaitan dengan kualifikasi dan pendidikan militernya, termasuk brevet komando Kopassus dan free fall.
Berbagai penghargaan, pendidikan, dan penugasan tersebut menjadi bagian dari rekam jejak Richard selama berkarier di TNI. Setiap tanda kehormatan diberikan berdasarkan ketentuan dan dasar pemberian yang berlaku.
Kini, dengan jabatan barunya sebagai Wakil Menteri Pertahanan, Richard Tampubolon mengemban tanggung jawab di bidang strategis doktrin dan pembangunan kekuatan. Pengalamannya dalam operasi, kepemimpinan satuan, serta jabatan staf di tingkat TNI menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya di lingkungan pertahanan negara.
hil.










