Home / Hukum - Kriminal / Semai Benih Sawi Putih dan Sawi Pagoda, Lapas Pemuda Plantungan Perkuat Pembinaan Kemandirian dan Ketahanan Pangan

Semai Benih Sawi Putih dan Sawi Pagoda, Lapas Pemuda Plantungan Perkuat Pembinaan Kemandirian dan Ketahanan Pangan

 

majalahsuaraforum.com-Lapas Pemuda Kelas IIB Plantungan terus memperkuat program pembinaan kemandirian warga binaan pemasyarakatan (WBP) melalui pengembangan kegiatan pertanian produktif. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan penyemaian benih sawi putih dan sawi pagoda yang dilaksanakan pada Selasa (13/10). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mengembangkan budidaya tanaman sayuran sekaligus mendukung program ketahanan pangan di lingkungan lapas.

Penyemaian benih sawi putih dan sawi pagoda merupakan tahap awal dalam proses budidaya sebelum bibit dipindahkan ke lahan tanam. Melalui kegiatan ini, warga binaan diberikan kesempatan untuk terlibat secara langsung dalam proses pertanian, mulai dari menyiapkan media semai, menaburkan benih, hingga melakukan pemeliharaan agar bibit dapat tumbuh dengan baik. Setiap tahapan membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan perawatan secara berkala untuk mendukung pertumbuhan bibit yang sehat dan siap ditanam.

Pemilihan sawi putih dan sawi pagoda sebagai komoditas yang dibudidayakan menjadi bagian dari upaya Lapas Pemuda Kelas IIB Plantungan dalam mengembangkan variasi tanaman sayuran di kebun lapas. Kedua jenis sawi tersebut diharapkan dapat menambah keragaman hasil pertanian sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang tersedia. Dengan proses penyemaian dan perawatan yang terencana, bibit yang dihasilkan diharapkan dapat tumbuh optimal hingga memasuki tahap panen.

Selain mendukung pengembangan sektor pertanian, kegiatan penyemaian sawi putih dan sawi pagoda juga menjadi sarana pembinaan kemandirian bagi WBP. Keterlibatan langsung dalam kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan praktis mengenai teknik dasar pembibitan tanaman sayuran. Keterampilan ini diharapkan dapat menjadi bekal yang bermanfaat bagi mereka untuk mengembangkan kegiatan pertanian maupun usaha produktif setelah kembali ke tengah masyarakat.

Kegiatan pertanian juga memberikan ruang bagi warga binaan untuk menumbuhkan nilai-nilai positif, seperti kedisiplinan, tanggung jawab, ketekunan, dan kerja sama. Proses penyemaian membutuhkan perhatian terhadap kondisi media tanam, kelembapan, serta perkembangan benih agar bibit dapat tumbuh dengan baik. Melalui kegiatan yang dilakukan secara rutin dan terarah, warga binaan diharapkan semakin terbiasa menjalankan aktivitas produktif yang memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun lingkungan.

Kepala Lapas Pemuda Kelas IIB Plantungan, Bapak Suharno, S.H., M.H., menyampaikan bahwa pengembangan kegiatan pertanian merupakan bagian dari upaya menghadirkan pembinaan kemandirian yang produktif dan berkelanjutan. Menurutnya, penyemaian sawi putih dan sawi pagoda menjadi langkah awal yang penting dalam proses budidaya sekaligus memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk mempelajari keterampilan pertanian sejak tahap pembibitan.

“Melalui penyemaian sawi putih dan sawi pagoda ini, kami ingin terus mengembangkan pembinaan kemandirian warga binaan melalui kegiatan pertanian yang bermanfaat. Kami berharap warga binaan dapat memahami setiap tahapan budidaya tanaman, mulai dari penyemaian hingga perawatan dan panen, sehingga keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen kami dalam mendukung ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan secara produktif,” ungkap Bapak Suharno.

Lapas Pemuda Kelas IIB Plantungan akan terus mendorong pengembangan kegiatan pertanian melalui budidaya berbagai jenis tanaman sayuran dan komoditas produktif lainnya. Melalui penyemaian benih sawi putih dan sawi pagoda, diharapkan program pembinaan kemandirian WBP dapat berjalan secara berkesinambungan, pemanfaatan lahan semakin optimal, serta ketahanan pangan di lingkungan lapas semakin diperkuat. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud upaya membekali warga binaan dengan keterampilan yang bermanfaat untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri dan produktif setelah kembali ke masyarakat.(hil)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh