majalahsuaraforum.com-Lapas Terbuka Kelas IIB Nusakambangan kembali menunjukkan produktivitas di sektor pertanian melalui kegiatan panen labu kabocha dengan hasil mencapai 300 kilogram pada Selasa, (13/10).
Kegiatan ini diikuti oleh Kasi Binadik dan Giatja, Agus Pujiono, Kasubsi Giatja, Wiwit Agus Daryono, bersama Pengelola Pembinaan Kemandirian, Sutengtri Gurnito, dan Staf Giatja, Irza Dewa Pratama. Panen ini merupakan upaya mendukung ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan pertanian secara optimal.
Proses panen dilakukan dengan memetik labu kabocha yang telah siap dipanen, kemudian mengumpulkan hasilnya untuk mengetahui jumlah produksi. Kegiatan ini menjadi bagian dari pengelolaan sektor pertanian yang produktif dan berkelanjutan.
Melalui pemanfaatan lahan secara optimal, Lapas Terbuka Nusakambangan terus berupaya mengembangkan potensi pertanian sekaligus meningkatkan kualitas hasil panen.
Hasil panen sebanyak 300 kilogram diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan maupun dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.
Selain meningkatkan produktivitas pertanian, kegiatan ini juga menjadi langkah untuk mengoptimalkan sumber daya yang tersedia dan mendukung program pembinaan kemandirian. Pengelolaan pertanian yang berkelanjutan diharapkan mampu memberikan manfaat nyata serta memperkuat ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan.
Kalapas Terbuka Nusakambangan, menyampaikan bahwa potensi pertanian perlu terus dikembangkan melalui pengelolaan yang terencana dan berkelanjutan. “Panen 300 kilogram labu kabocha ini menjadi capaian positif yang perlu terus dikembangkan.”
Kami berharap kegiatan pertanian dapat memberikan manfaat yang lebih luas, mendukung ketahanan pangan, serta mewujudkan pemasyarakatan yang produktif dan mandiri,” ujarnya. Melalui semangat Lahan Produktif, Hasil Positif, Lapas Terbuka Nusakambangan berkomitmen mengoptimalkan potensi pertanian secara berkelanjutan.(hil)









