majalahsuaraforum.com – Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto melakukan mutasi sejumlah Perwira Menengah (Pamen) Polri. Perubahan jabatan tersebut mencakup posisi Kapolres Bogor dan Kapolres Kepulauan Seribu.
Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Nomor ST/2251/X/KEP/2026 tertanggal 10 Oktober 2026. Surat itu ditandatangani oleh Asisten Sumber Daya Manusia (As SDM) Polri Irjen Pol Dharmapala atas nama Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto.
Dalam keputusan tersebut, AKBP Arfan Zulkan Sipayung ditunjuk sebagai Kapolres Bogor untuk menggantikan AKBP Wikha Ardilestanto.
Sementara itu, AKBP Wikha Ardilestanto mendapat penugasan baru sebagai Kapolres Kepulauan Seribu di bawah jajaran Polda Metro Jaya.
Selain pergantian kedua jabatan tersebut, telegram mutasi juga memuat sejumlah penempatan personel lainnya di lingkungan kepolisian.
AKBP Muhamad Taat Resdianto dimutasi menjadi Auditor Kepolisian Madya TK III di Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) Polri. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Sekretaris Pribadi Kapolri di lingkungan Staf Pribadi Pimpinan (Spripim) Polri.
Kemudian, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), AKBP Rossa Purbo Bekti, diangkat menjadi Kapolres Bangkalan. Ia menggantikan AKBP Wibowo yang mendapat penugasan baru sebagai Wakapolresta Sumenep.
Pergantian jabatan juga terjadi di wilayah Jawa Barat. AKBP Beddy Suwendi dimutasi menjadi Kapolres Cianjur, menggantikan AKBP Akhmad Alexander Yurikho Hadi yang kini dipercaya menjabat sebagai Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Jawa Barat.
Polri Sebut Mutasi untuk Memperkuat Organisasi
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menjelaskan bahwa mutasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi sekaligus pembinaan karier personel.
Menurutnya, pergantian jabatan diperlukan untuk memperkuat kinerja institusi serta memastikan pelaksanaan tugas kepolisian tetap berjalan secara berkesinambungan.
“Penempatan personel dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan organisasi, kompetensi, kapabilitas, rekam jejak, dan integritas. Prinsip meritokrasi menjadi bagian penting agar setiap personel yang mendapat amanah jabatan mampu menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab,” ujar Isir di Jakarta, Minggu (11/10/2026).
Isir juga menyampaikan apresiasi kepada para pejabat yang telah melaksanakan tugas dan memberikan kontribusi bagi organisasi Polri. Ia berharap pengabdian tersebut dapat menjadi dasar bagi pejabat pengganti untuk meneruskan program yang sudah berjalan sekaligus meningkatkan kinerja sesuai tanggung jawab masing-masing.
Kepada personel yang menerima penugasan baru, Isir meminta agar mereka segera menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja dan karakteristik wilayah tugasnya. Dengan demikian, pelaksanaan tugas diharapkan tetap optimal tanpa mengabaikan kesinambungan program sebelumnya.
“Setiap pejabat diharapkan segera menyesuaikan diri, menjaga integritas, serta menghadirkan kinerja yang profesional dan responsif. Pada akhirnya, seluruh pelaksanaan tugas kepolisian harus berorientasi pada pelayanan dan kepentingan masyarakat,” katanya.
Mutasi Diharapkan Tingkatkan Pelayanan kepada Masyarakat
Lebih lanjut, Isir menegaskan bahwa penguatan organisasi melalui mutasi jabatan harus sejalan dengan komitmen Polri dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan kepercayaan publik.
Ia menyebutkan bahwa setiap perubahan penugasan diharapkan dapat mendukung pelaksanaan tugas kepolisian yang semakin profesional dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Semangat tersebut sejalan dengan tagline Polisi Bersama Masyarakat. Polri akan terus berupaya hadir dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ucap Isir.
Melalui rotasi jabatan tersebut, Polri berharap setiap personel yang memperoleh amanah baru dapat menjalankan tanggung jawabnya dengan baik, menjaga integritas, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat di wilayah tugas masing-masing.
hil.










