majalahsuaraforum.com – Pemerintah masih melakukan pembahasan intensif terkait restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh. Hingga Sabtu (10/10/2026), belum ada keputusan final mengenai perubahan skema pembayaran kewajiban keuangan proyek tersebut.
Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Evita Manthovani, mengatakan pemerintah terus berkoordinasi dengan konsorsium proyek dan sejumlah lembaga pemberi pinjaman, termasuk China Development Bank (CDB), untuk mencari solusi atas kewajiban utang Whoosh.
“Kami sampaikan bahwa saat ini proses pembahasan mengenai restrukturisasi utang KCIC masih terus berlangsung secara intensif,” kata Evita dalam konferensi pers APBN KiTa di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (9/10/2026).
Menurut Evita, pembahasan tersebut mencakup evaluasi kondisi keuangan proyek, kemampuan membayar utang, penyesuaian jadwal pembayaran, hingga kemungkinan perubahan tingkat suku bunga pinjaman. Pemerintah juga mengkaji opsi perpanjangan masa tenggang atau grace period untuk memberikan ruang bagi pengelolaan keuangan proyek dalam jangka panjang.
“Proses diskusi ini mencakup evaluasi terhadap struktur keuangan proyek, skema pembayaran, penyesuaian masa tenggang (grace period), serta penyesuaian tingkat suku bunga agar beban keuangan dapat dikelola secara efisien dan berkelanjutan,” ujarnya.
Perpanjangan masa tenggang menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan karena dapat memberikan tambahan waktu sebelum kewajiban pembayaran tertentu jatuh tempo. Adapun penyesuaian suku bunga berpotensi memengaruhi total biaya pinjaman yang harus ditanggung pengelola proyek.
Pemerintah Libatkan Sejumlah Kementerian dan Lembaga
Proses pembahasan restrukturisasi utang Whoosh melibatkan Kementerian Keuangan, Kementerian Perhubungan, Badan Pengelola BUMN, serta sejumlah pihak terkait lainnya. Pemerintah juga terus berkomunikasi dengan konsorsium dan kreditur, terutama CDB, guna merumuskan skema yang dapat diterima bersama.
Di tengah negosiasi tersebut, pemerintah menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menentukan penyelesaian kewajiban keuangan proyek. Salah satu pertimbangan utama adalah memastikan restrukturisasi tidak menimbulkan tekanan berlebihan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Evita menyampaikan bahwa proses tersebut harus dijalankan dengan memperhatikan tata kelola, akuntabilitas, serta risiko fiskal yang mungkin timbul. Pada saat yang sama, pemerintah tetap berupaya mengoptimalkan manfaat ekonomi dan sosial dari pengoperasian kereta cepat bagi masyarakat.
“Prinsip utama yang dikedepankan adalah memastikan tata kelola yang baik (good governance), akuntabilitas, serta meminimalkan risiko fiskal terhadap APBN, sembari mengoptimalkan manfaat ekonomi dan sosial dari pengoperasian Whoosh bagi masyarakat,” kata Evita.
Pemerintah juga mempertimbangkan keberlangsungan operasional Whoosh sebagai layanan transportasi yang menghubungkan Jakarta dan Bandung. Restrukturisasi diharapkan dapat membantu menata kewajiban keuangan tanpa mengganggu layanan kereta cepat tersebut.
Besaran Cicilan dan Bunga Masih Dibahas
Kemenkeu hingga kini belum mengumumkan perubahan nominal cicilan, tingkat bunga, maupun jangka waktu pembayaran utang Whoosh. Seluruh komponen tersebut masih menjadi bagian dari negosiasi antara pemerintah, konsorsium, dan lembaga pemberi pinjaman.
Dengan demikian, belum dapat dipastikan bagaimana bentuk akhir restrukturisasi yang akan diterapkan, termasuk apakah terdapat perubahan signifikan pada jadwal dan beban pembayaran utang.
Evita memastikan pemerintah akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut setelah seluruh pihak mencapai kesepakatan. Pengumuman mengenai hasil restrukturisasi baru dilakukan setelah tahapan negosiasi dan proses administrasi selesai.
Pembahasan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mencari penyelesaian kewajiban keuangan proyek kereta cepat secara terukur. Pemerintah diharapkan dapat mencapai kesepakatan yang menjaga keberlanjutan operasional Whoosh sekaligus memperhitungkan dampaknya terhadap kondisi fiskal negara.
lan










