majalahsuaraforum.com-Lapas Pemuda Kelas IIB Plantungan terus berupaya mengoptimalkan program pembinaan kepribadian dan kemandirian bagi warga binaan. Salah satunya melalui kegiatan pemetaan serta penggalian minat dan bakat narapidana yang dilaksanakan di ruang pembinaan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembinaan, khususnya untuk mengetahui potensi, kemampuan, ketertarikan, serta keterampilan yang dimiliki masing-masing warga binaan. Dengan mengetahui minat dan bakat yang ada, program pembinaan diharapkan dapat diberikan secara lebih tepat dan sesuai dengan kemampuan serta kebutuhan warga binaan.
Dalam kegiatan tersebut, **Kasi Binadik dan Giatja Lapas Pemuda Plantungan, Bastar**, memberikan pengarahan kepada narapidana agar tidak menyia-nyiakan kesempatan selama menjalani masa pembinaan. Warga binaan didorong untuk aktif mengikuti berbagai kegiatan positif dan terus mengembangkan kemampuan yang dimiliki.
Bastar menekankan bahwa setiap warga binaan memiliki potensi yang berbeda-beda. Oleh karena itu, minat dan bakat yang dimiliki perlu diarahkan agar dapat menjadi keterampilan yang bermanfaat, baik selama berada di Lapas maupun sebagai bekal ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat.
“Setiap orang memiliki kemampuan dan potensi masing-masing. Melalui pembinaan ini, kami ingin mengetahui minat dan bakat warga binaan sehingga dapat diarahkan pada kegiatan yang positif dan produktif. Harapannya, keterampilan yang diperoleh selama di Lapas dapat menjadi bekal untuk kehidupan setelah kembali ke masyarakat,” jelas Bastar.
Kegiatan berlangsung dengan suasana komunikatif. Narapidana diberikan kesempatan untuk menyampaikan ketertarikan dan kemampuan yang mereka miliki, sekaligus mendapatkan motivasi untuk lebih percaya diri dalam mengembangkan potensi diri.
Kalapas Pemuda Plantungan, **Suharno**, menyampaikan bahwa pembinaan harus mampu memberikan perubahan positif bagi warga binaan. Menurutnya, pengembangan minat dan bakat merupakan salah satu langkah untuk membangun rasa percaya diri, kedisiplinan, tanggung jawab, serta keterampilan yang dapat menunjang proses reintegrasi sosial.
“Pembinaan bukan hanya tentang menjalani masa pidana, tetapi bagaimana warga binaan dapat memanfaatkan waktu untuk belajar, berkarya, dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik. Kami akan terus mendorong kegiatan yang mampu menggali potensi dan memberikan manfaat nyata bagi warga binaan,” tegas Suharno.
Melalui kegiatan tersebut, Lapas Pemuda Plantungan berkomitmen untuk terus menghadirkan pembinaan yang terarah, humanis, dan produktif. Pemetaan minat dan bakat diharapkan menjadi langkah awal untuk mengembangkan potensi narapidana melalui berbagai program pembinaan sesuai kemampuan masing-masing.(hil)











