Home / Hukum - Kriminal / Asesmen Warga Binaan Jadi Dasar Pembinaan dan Pengusulan Hak Integrasi di Lapas Pemuda Plantungan

Asesmen Warga Binaan Jadi Dasar Pembinaan dan Pengusulan Hak Integrasi di Lapas Pemuda Plantungan

 majalahsuaraforum com-Lapas Pemuda Kelas IIB Plantungan terus memperkuat pelaksanaan pembinaan terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui kegiatan asesmen yang dilaksanakan oleh petugas pada bidang pembinaan di ruang pembinaan Lapas Pemuda Plantungan. Kegiatan ini menjadi salah satu bagian penting dalam proses pemasyarakatan untuk memperoleh gambaran mengenai perkembangan perilaku, karakter, serta sikap WBP selama menjalani masa pidana.

Asesmen dilakukan secara terarah dengan menggali berbagai aspek yang berkaitan dengan kepribadian, perilaku, kedisiplinan, tanggung jawab, serta perkembangan WBP selama mengikuti program pembinaan di dalam Lapas. Hasil asesmen kemudian menjadi catatan penting bagi petugas dalam menentukan kebutuhan dan arah pembinaan yang sesuai dengan kondisi masing-masing WBP.

Selain sebagai bahan evaluasi pembinaan, asesmen juga menjadi salah satu data pendukung dalam proses pemenuhan persyaratan pengusulan hak-hak WBP sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, setiap pengusulan dilakukan berdasarkan data dan perkembangan yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan semata-mata berdasarkan masa pidana yang telah dijalani.

Petugas bidang pembinaan terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap perkembangan WBP. Hal ini bertujuan memastikan bahwa proses pembinaan berjalan secara objektif, terukur, dan berorientasi pada perubahan perilaku positif sebagai bekal WBP untuk kembali ke tengah masyarakat.

Kalapas Pemuda Kelas IIB Plantungan, **Suharno**, menegaskan bahwa asesmen merupakan bagian penting dalam mewujudkan pembinaan yang tepat sasaran.

“Setiap Warga Binaan memiliki karakter dan kebutuhan pembinaan yang berbeda. Melalui asesmen, kami ingin memastikan perkembangan perilaku dan karakter mereka tercatat dengan baik sehingga dapat menjadi dasar dalam menentukan program pembinaan maupun proses pengusulan hak sesuai dengan persyaratan dan ketentuan yang berlaku,” tegas Suharno.

Melalui kegiatan tersebut, Lapas Pemuda Plantungan berkomitmen untuk terus menghadirkan pembinaan yang objektif, humanis, dan berkelanjutan. Asesmen diharapkan mampu menjadi instrumen penting dalam melihat perubahan positif WBP sekaligus mendukung proses reintegrasi sosial agar mereka dapat kembali ke masyarakat dengan sikap, karakter, dan keterampilan yang lebih baik.(hil)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh