Home / Hukum - Kriminal / Estafet Kepemimpinan Berganti, Dua Lapas di Nusakambangan Sambut Pemimpin Baru

Estafet Kepemimpinan Berganti, Dua Lapas di Nusakambangan Sambut Pemimpin Baru

majalahsuaraforum.com-Estafet kepemimpinan di lingkungan pemasyarakatan Nusakambangan kembali bergulir. Serah terima jabatan Kepala Lapas Terbuka Kelas IIB Nusakambangan dan Kepala Lapas Kelas IIA Gladakan dilaksanakan di Aula Wisma Sari Lapas Batu, Nusakambangan, dalam suasana khidmat dan penuh semangat kebersamaan, Senin, (24/08).

Kegiatan tersebut dihadiri dan disaksikan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah, Mardi Santoso, bersama jajaran pejabat dan pegawai pemasyarakatan di lingkungan Nusakambangan dan Cilacap. Turut hadir Kapolsek Nusakambangan serta vendor BAMA sebagai mitra kerja dalam mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan.

Dalam serah terima jabatan tersebut, Ario Galih Maduseno menyerahkan tongkat kepemimpinan Lapas Terbuka Nusakambangan kepada Agung Nurbani sebagai Kalapas Terbuka Nusakambangan yang baru.

Sementara itu, pada Lapas Gladakan, estafet kepemimpinan beralih dari Robin Parangin Angin kepada Mathrios Zulhidayat Hutasoit sebagai Kalapas Gladakan yang baru.

Pergantian kepemimpinan tersebut menjadi bagian dari dinamika organisasi sekaligus momentum untuk melanjutkan berbagai program dan capaian yang telah dibangun sebelumnya. Estafet kepemimpinan tidak dimaknai sebagai memulai kembali dari awal, tetapi sebagai keberlanjutan untuk membawa organisasi menuju kinerja yang semakin baik.

Dalam arahannya, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah, Mardi Santoso, menyampaikan bahwa rotasi dan pergantian pimpinan merupakan hal yang biasa dalam sebuah organisasi.

“Rotasi adalah hal yang biasa. Jangan sampai adanya rotasi pimpinan, semuanya kembali ke titik nol. Apa yang sudah baik harus dilanjutkan, dikembangkan, dan ditingkatkan.”

Pesan tersebut menegaskan pentingnya kesinambungan dalam kepemimpinan. Setiap pimpinan baru diharapkan mampu menjadikan capaian dan program yang telah berjalan sebagai fondasi untuk menghadirkan inovasi serta peningkatan kinerja, bukan justru mengulang kembali seluruh proses dari awal.

Mardi Santoso juga menekankan bahwa keberhasilan organisasi merupakan hasil kerja bersama. Oleh karena itu, kolaborasi antara pimpinan, jajaran pegawai, aparat keamanan, serta para mitra kerja perlu terus diperkuat untuk mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan.

Serah terima jabatan ini sekaligus menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi Ario Galih Maduseno dan Robin Parangin Angin selama menjalankan amanah sebagai pimpinan, serta menjadi momentum penyambutan bagi Agung Nurbani dan Mathrios Zulhidayat Hutasoit untuk melanjutkan estafet kepemimpinan di masing-masing satuan kerja.

Dengan bergulirnya estafet kepemimpinan ini, Lapas Terbuka Nusakambangan dan Lapas Gladakan diharapkan semakin solid dalam melanjutkan program yang telah berjalan, menghadirkan inovasi, memperkuat sinergi, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pemasyarakatan.(hil)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh