majalahsuaraforum.com-Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat melaksanakan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan Manajerial dan Non Manajerial, sekaligus Serah Terima Jabatan bagi sejumlah pejabat di lingkungan Kanwil Ditjenpas Jawa Barat. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu (19/08) di Lapangan Upacara Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat dan menjadi bagian dari upaya memperkuat efektivitas organisasi serta kesinambungan pelaksanaan tugas pemasyarakatan.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 64 Pejabat Manajerial dan 6 Pejabat Non Manajerial secara resmi dilantik dan diambil sumpah/janjinya. Selain itu, dilaksanakan pula serah terima jabatan bagi 7 pejabat sebagai bagian dari proses rotasi dan penyegaran organisasi. Salah satu pejabat yang mengikuti proses tersebut adalah Ario Galih Maduseno, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Lapas Terbuka Kelas IIB Nusakambangan dan kini menerima amanah sebagai Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas I Depok. Sementara Agung Nurbani juga menjalani serah terima jabatan dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat, Yudi Suseno, dalam arahannya menekankan bahwa pergantian dan pengisian jabatan harus dimaknai sebagai amanah sekaligus kesempatan untuk meningkatkan kualitas kinerja. Para pejabat yang memperoleh tanggung jawab baru diharapkan mampu bekerja secara profesional, menjaga integritas, serta membangun kepemimpinan yang mampu menggerakkan jajaran dalam menghadapi berbagai dinamika tugas pemasyarakatan.
“Pelantikan dan serah terima jabatan ini bukan hanya sebuah tahapan administratif, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Saya berharap seluruh pejabat yang menerima amanah dapat menunjukkan integritas, profesionalisme, serta memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan Pemasyarakatan,” ujar Yudi Suseno.
Rangkaian kegiatan tersebut sekaligus menandai dimulainya tanggung jawab baru bagi para pejabat yang dilantik maupun diserahterimakan jabatannya. Dengan adanya penataan organisasi ini, diharapkan pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan di wilayah Jawa Barat dapat semakin efektif, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan serta pembinaan.(hil)











