Foto. Ist
majalahsuaraforum.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, disebut mendukung Presiden FIFA, Gianni Infantino, untuk menjadi Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berikutnya setelah masa jabatan Antonio Guterres berakhir.
Informasi tersebut muncul dalam laporan New York Post yang mengutip sumber yang disebut dekat dengan Trump. Menurut sumber tersebut, Trump menilai Infantino memiliki reputasi yang baik di tingkat internasional dan dinilai mampu membangun hubungan dengan berbagai pihak di dunia.
Disebutkan pula bahwa Presiden AS berusia 79 tahun itu menganggap Infantino sebagai figur yang dihormati banyak negara serta memiliki kemampuan menyatukan beragam kepentingan di panggung global.
Hubungan antara Trump dan Infantino sendiri telah lama menjadi perhatian publik. Keduanya dikabarkan semakin akrab selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Dalam sejumlah kesempatan, Presiden FIFA berusia 56 tahun itu terlihat menunjukkan kedekatannya dengan Trump.
Salah satu momen yang paling menjadi sorotan adalah ketika Infantino memberikan Peace Prize FIFA atau Penghargaan Perdamaian FIFA pertama kepada Donald Trump pada Desember 2025.
Proses Pemilihan Sekjen PBB Masa tugas Sekretaris Jenderal PBB saat ini, Antonio Guterres, dijadwalkan berakhir pada 31 Desember 2026. Pejabat yang terpilih nantinya akan memulai masa jabatan lima tahun mulai 1 Januari 2027.
Berdasarkan ketentuan Pasal 97 Piagam PBB, Sekretaris Jenderal dipilih oleh Majelis Umum PBB atas rekomendasi Dewan Keamanan.
Agar dapat menduduki posisi tersebut, seorang kandidat harus memperoleh dukungan dari sedikitnya 15 anggota Dewan Keamanan PBB. Selain itu, pencalonannya tidak boleh mendapat veto dari salah satu dari lima anggota tetap Dewan Keamanan sebelum akhirnya diajukan kepada Majelis Umum untuk disahkan.
Kebijakan Trump terhadap PBB Pada 2025, Donald Trump membentuk sebuah Dewan Perdamaian yang dipimpin Amerika Serikat. Langkah itu sempat memunculkan berbagai spekulasi bahwa pemerintahannya tengah menyiapkan alternatif terhadap peran PBB, terutama di tengah upaya Washington mendorong sejumlah proses perdamaian internasional, termasuk konflik antara Israel dan Hamas.
Meski demikian, Trump membantah anggapan bahwa pembentukan dewan tersebut dimaksudkan untuk menggantikan atau menyaingi Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Sejak kembali menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat, Trump juga mengambil sejumlah kebijakan yang berdampak pada hubungan negaranya dengan PBB. Pemerintahannya memangkas kontribusi pendanaan AS kepada organisasi internasional tersebut dan menarik Amerika Serikat dari beberapa lembaga yang berada di bawah naungan PBB, termasuk World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia.
Wacana pencalonan Gianni Infantino sebagai Sekretaris Jenderal PBB pun menjadi perhatian karena akan menempatkan seorang tokoh olahraga internasional dalam persaingan memimpin organisasi global terbesar di dunia, meski hingga kini belum ada pencalonan resmi yang diumumkan.
Red.











