Home / Nasional / Program Pemilahan Sampah Tekan Jumlah Truk Pengangkut ke TPST Bantargebang

Program Pemilahan Sampah Tekan Jumlah Truk Pengangkut ke TPST Bantargebang

majalahsuaraforum.com – Pemerintah Provinsi Jakarta mencatat penurunan jumlah truk pengangkut sampah yang masuk ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Berkurangnya volume pengiriman tersebut disebut sebagai dampak positif dari semakin masifnya penerapan program pemilahan sampah di tengah masyarakat.

Gubernur Jakarta Pramono Anung Wibowo menjelaskan bahwa sebelumnya sekitar 1.200 truk sampah setiap hari memasuki TPST Bantargebang. Namun, dalam beberapa waktu terakhir jumlah tersebut menurun secara signifikan hingga berada di kisaran 900 truk per hari.

“Dulu setiap hari, di Bantargebang, transportasi truknya yang masuk itu kurang lebih 1.200 (truk). Sekarang ini sudah mengalami penurunan, bahkan beberapa waktu yang lalu (tercatat) sekitar 900-an,” ucapnya, Selasa (21/7/2026).

Pemprov Jakarta sebelumnya telah menetapkan rencana penghentian sistem open dumping di TPST Bantargebang mulai 1 Agustus 2026. Sebagai langkah awal, sistem pengelolaan sampah akan beralih menggunakan metode controlled landfill yang dinilai lebih ramah lingkungan sekaligus mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah.

Pramono menjelaskan, setelah kebijakan tersebut diterapkan, TPST Bantargebang hanya akan menerima sampah residu atau sampah yang sudah tidak dapat diolah kembali. Sementara itu, sampah yang masih memiliki potensi untuk diproses akan ditangani terlebih dahulu di Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) yang tersebar di berbagai wilayah Jakarta.

“Pemerintah Jakarta betul-betul untuk TPS 3R-nya itu dihidupkan kembali. Kami investasi beberapa peralatan dan kerja sama juga dengan swasta untuk yang dulu tidak di-manage dengan baik. Supaya sebelum ke Bantargebang itu sudah selesai di TPS 3R-nya,” kata Pramono.

Ia menambahkan, kebijakan tersebut juga diperkuat melalui Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 mengenai pemilahan sampah. Aturan itu mendorong masyarakat, pelaku usaha, dan berbagai fasilitas umum untuk melakukan pemilahan sampah sejak dari sumbernya sehingga jumlah sampah yang dikirim ke Bantargebang dapat terus dikurangi.

“Program pilah sampah ini betul-betul kami galakkan. Inilah cara kita untuk mengurangi tekanan di Bantargebang. (Pengiriman sampah) sekarang sudah turun signifikan ke angka sekitar 900-an truk,” ujar Pramono.

Untuk mendukung keberhasilan program tersebut, Gubernur berencana melakukan peninjauan langsung ke empat hingga lima lokasi TPS 3R di Jakarta. Kunjungan itu dilakukan guna memastikan kesiapan fasilitas, mulai dari kelengkapan peralatan, sistem pengolahan, hingga kapasitas masing-masing lokasi dalam mengelola sampah sebelum dikirim ke TPST Bantargebang.

Pramono optimistis bahwa penguatan fungsi TPS 3R, penerapan pemilahan sampah sejak dari sumber, serta perubahan sistem pengelolaan di TPST Bantargebang akan semakin menekan volume sampah residu yang berakhir di tempat pembuangan akhir dan menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif serta ramah terhadap lingkungan.

Dw.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh