majalahsuaraforum.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan melakukan pemeriksaan mendalam terhadap 55 kilogram kepingan logam yang diduga merupakan platinum dan ditemukan di dalam kendaraan milik Bupati Langkat, Syah Afandin. Untuk memastikan jenis serta kualitas logam tersebut, lembaga antirasuah membuka kemungkinan bekerja sama dengan tenaga ahli dari luar.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa proses penyelidikan tidak hanya berfokus pada keaslian logam tersebut, tetapi juga akan mengungkap asal-usulnya serta alasan mengapa barang itu berada dalam penguasaan Syah Afandin.
“Oleh karena itu, KPK terbuka menggandeng ahli ekseternal untuk mengecek keaslian ataupun kualitas logam dimaksud,” kata Budi dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (6/7/2026).
Selain melakukan pengujian terhadap logam tersebut, penyidik juga akan mendalami keterkaitan temuan itu dengan perkara yang sedang ditangani.
“Penyidik tentunya juga akan mempelajari keberadaan platinum tersebut mengapa ada dalam penguasaan bupati,” tambah Budi.
Logam seberat 55 kilogram tersebut ditemukan ketika tim KPK melaksanakan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Syah Afandin bersama sejumlah pihak lainnya. Penemuan itu kini menjadi salah satu barang yang akan didalami dalam proses penyidikan.
Dalam perkara ini, Syah Afandin telah ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani penahanan terkait dugaan tindak pidana suap serta dua perkara korupsi yang terjadi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Penyidik menduga Syah menerima gratifikasi senilai Rp3,5 miliar yang berkaitan dengan pengaturan pengisian jabatan kepala sekolah tingkat SD dan SMP, termasuk penempatan camat di wilayah Kabupaten Langkat. KPK juga tengah menelusuri dugaan keterkaitan aliran dana tersebut dengan proyek pengadaan seragam sekolah dasar.
Selain dugaan gratifikasi itu, Syah Afandin juga diduga meminta uang sebesar Rp1,1 miliar kepada mantan anggota tim suksesnya pada Pilkada 2024, Yaqub Abdhal Al Mu’arif. Permintaan tersebut diduga berkaitan dengan nilai kontrak dari 85 proyek yang telah diberikan kepada Yaqub.
Seluruh rangkaian penyidikan masih terus berlangsung, termasuk penelusuran terhadap barang bukti berupa kepingan platinum yang ditemukan saat operasi tangkap tangan. Hasil pemeriksaan ahli nantinya akan menjadi bagian dari proses pembuktian untuk mengungkap asal-usul logam tersebut serta kemungkinan keterkaitannya dengan perkara dugaan korupsi yang sedang ditangani KPK.
Octa.











