Foto. Ist
majalahsuaraforum.com – Gelombang serangan militer yang dilancarkan Israel ke sejumlah wilayah di Lebanon pada Jumat (19/6/2026) mengakibatkan korban jiwa yang terus bertambah. Berdasarkan informasi terbaru dari layanan ambulans Lebanon yang dikutip kantor berita Rusia RIA Novosti, sedikitnya 30 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Jumlah korban tersebut meningkat dibanding laporan awal yang sebelumnya menyebutkan 24 orang tewas dan 24 lainnya terluka akibat serangkaian serangan yang melibatkan pesawat tempur, drone, serta tembakan artileri berat ke sejumlah kawasan permukiman di Lebanon selatan.
Pemerintah Lebanon Kutuk Serangan Meningkatnya intensitas serangan memicu reaksi keras dari pemerintah Lebanon. Presiden Lebanon, Joseph Aoun, mengecam perluasan operasi militer Israel yang menyasar berbagai wilayah di negara tersebut.
Aoun menilai serangan yang menyebabkan jatuhnya korban sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, merupakan tindakan yang berpotensi memperburuk situasi keamanan kawasan. Menurutnya, aksi tersebut dapat menghambat berbagai upaya yang sedang dilakukan untuk memperkuat dan mempertahankan gencatan senjata.
Pemerintah Lebanon juga menyoroti dampak kemanusiaan yang ditimbulkan akibat serangan yang terus berlangsung di sejumlah daerah.
Korban Berjatuhan di Sejumlah Wilayah Berdasarkan laporan dari sumber lapangan, salah satu serangan udara yang terjadi di Kota Ain Bourday, Distrik Baalbek, Lebanon timur, menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan enam lainnya mengalami luka-luka.
Serangan lain yang menghantam kawasan perkebunan di Kota Jamaliya, yang berada di sebelah utara Baalbek, juga menewaskan tiga warga sipil.
Sementara itu, wilayah Touline di Lebanon selatan menjadi salah satu lokasi yang mengalami serangan paling intens. Serangan udara yang berlangsung di daerah tersebut menimbulkan kerusakan cukup besar dan memaksa tim penyelamat bekerja ekstra untuk mengevakuasi korban.
Petugas penyelamat dan tim medis terus melakukan pencarian di antara reruntuhan bangunan guna menemukan korban yang kemungkinan masih tertimbun. Hingga kini, proses evakuasi masih berlangsung di sejumlah titik terdampak.
Kekhawatiran Terhadap Stabilitas Kawasan Eskalasi konflik yang kembali meningkat antara Israel dan Lebanon memunculkan kekhawatiran akan memburuknya stabilitas kawasan Timur Tengah. Serangan yang semakin meluas tidak hanya menambah jumlah korban sipil, tetapi juga berpotensi mengganggu berbagai upaya diplomatik yang tengah diupayakan guna meredakan ketegangan di wilayah tersebut.
Pemerintah Lebanon bersama sejumlah pihak internasional terus memantau perkembangan situasi, sementara masyarakat di wilayah terdampak menghadapi kondisi yang semakin sulit akibat meningkatnya ancaman keamanan dan kerusakan infrastruktur akibat konflik yang berkepanjangan.
Red.











