majalahsuaraforum.com – Penantian panjang yang membebani publik Emirates Stadium selama lebih dari dua dekade akhirnya berakhir manis. Arsenal dipastikan keluar sebagai kampiun Liga Inggris musim 2025-2026 setelah pesaing terdekat mereka, Manchester City, gagal meraih kemenangan saat menghadapi Bournemouth.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Vitality Stadium, Manchester City hanya mampu bermain imbang 1-1. Bournemouth sempat mengejutkan tim tamu lewat gol Junior Kroupi pada menit ke-39. City baru mampu menyamakan kedudukan melalui Erling Haaland pada masa tambahan waktu. Namun hasil tersebut tidak cukup untuk menjaga peluang mereka dalam perebutan gelar.
Hasil imbang itu sekaligus memastikan Arsenal tak lagi terkejar di puncak klasemen. Suasana pesta pun langsung pecah di sekitar Emirates Stadium. Ribuan pendukung The Gunners merayakan keberhasilan tim kesayangan mereka kembali mengangkat trofi liga untuk pertama kalinya sejak musim 2003-2004.
Keberhasilan musim ini menjadi gelar Liga Inggris ke-14 sepanjang sejarah Arsenal. Klub asal London Utara tersebut kini berada di posisi ketiga daftar peraih gelar liga terbanyak di Inggris, di bawah Liverpool dan Manchester United yang sama-sama mengoleksi 20 trofi.
Musim ini juga menjadi momen emosional karena Arsenal akhirnya mampu mengakhiri bayang-bayang generasi “Invincibles” era Arsene Wenger yang selama ini selalu menjadi tolok ukur kejayaan klub.
Arteta Sempurnakan Proyek Besar Arsenal Kesuksesan Arsenal tidak datang secara instan. Mikel Arteta yang mulai menangani klub sejak 2019 perlahan membangun fondasi tim dengan pendekatan disiplin, organisasi permainan yang rapi, serta perekrutan pemain muda berkualitas.
Sebelum akhirnya menjadi juara musim ini, Arsenal tiga kali gagal di tikungan terakhir. Mereka sempat dua kali disalip Manchester City dan sekali kalah bersaing dari Liverpool dalam perebutan trofi Premier League.
Kini kerja keras panjang itu terbayar lunas. Arteta bahkan mencatat sejarah sebagai mantan pemain Premier League pertama yang berhasil memenangkan kompetisi tersebut sebagai pelatih Arsenal.
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, turut memberikan penghormatan atas pencapaian rivalnya tersebut.
“Selamat Arsenal,” kata Guardiola dalam konferensi pers. “Mikel, staf, suporter ini sangat layak. Pada saat yang sama, dalam karier melatih saya, ini adalah salah satu tahun di mana kami berjuang keras dengan banyak hal yang tidak bisa kami kendalikan.”
Pertahanan Kokoh Jadi Fondasi Utama Keberhasilan Arsenal musim ini dibangun dari lini belakang yang sangat disiplin. Mereka hanya kebobolan 26 gol dari 37 pertandingan dan mengoleksi 19 clean sheet, menjadikan Arsenal sebagai tim dengan pertahanan terbaik di Premier League musim ini.
Tak hanya solid dalam bertahan, Arsenal juga sangat mematikan dalam situasi bola mati. Tim asuhan Arteta sukses mencetak 24 gol melalui set piece, termasuk 18 gol dari sepak pojok. Catatan tersebut menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah Premier League.
Konsistensi permainan Arsenal terlihat sepanjang musim. Kombinasi pemain muda dan senior mampu menghadirkan keseimbangan di semua lini. Sosok seperti Martin Odegaard, Declan Rice, Bukayo Saka, hingga William Saliba tampil menjadi tulang punggung utama keberhasilan tim.
Gelandang Arsenal, Declan Rice, bahkan ikut membagikan momen perayaan melalui media sosial dengan unggahan singkat yang langsung ramai dibicarakan para suporter.
“Sudah kubilang… selesai.”
Arsenal Berpeluang Raih Musim Terbaik Sepanjang Sejarah Keberhasilan menjuarai Liga Inggris ternyata belum menjadi akhir perjalanan Arsenal musim ini. The Gunners masih memiliki peluang mencetak sejarah lebih besar karena telah memastikan tempat di final Liga Champions.
Arsenal dijadwalkan menghadapi Paris Saint-Germain pada 30 Mei mendatang dalam partai final kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa tersebut.
Jika mampu mengangkat trofi Liga Champions, maka musim 2025-2026 akan menjadi musim terbaik sepanjang sejarah berdirinya Arsenal yang telah berusia 144 tahun.
Selain itu, keberhasilan Arsenal juga memutus dominasi Manchester City dan Liverpool yang dalam beberapa tahun terakhir terus bergantian menguasai Premier League. Untuk pertama kalinya sejak 2017, gelar Liga Inggris akhirnya kembali jatuh ke tangan klub selain dua raksasa tersebut.
Bagi para pendukung Arsenal, musim ini bukan sekadar soal trofi. Ini adalah penebusan atas penantian panjang, kegagalan demi kegagalan, sekaligus pembuktian bahwa Arsenal akhirnya kembali menjadi kekuatan utama sepak bola Inggris.
Jay.











