majalahsuaraforum.com – Pemerintah Indonesia melalui Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Maman Abdurrahman terus mendorong pelaku usaha nasional agar mampu menembus pasar internasional dengan bergabung dalam rantai pasok global (global value chain). Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan daya saing UMKM di tengah persaingan ekonomi dunia yang semakin ketat.
Pernyataan tersebut disampaikan saat pembukaan Indonesia-China Investment Forum yang berlangsung di China World Hotel, Beijing, pada Rabu (1/4/2026). Forum ini menjadi bagian dari misi dagang strategis Indonesia untuk memperluas akses pasar serta memperkuat hubungan ekonomi bilateral dengan China.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Asian Trade, Tourism, and Economics Council sebagai wadah kolaborasi antara pelaku usaha kedua negara. Forum tersebut diharapkan mampu menciptakan peluang investasi baru sekaligus memperluas jaringan bisnis lintas negara.
Dalam kesempatan itu, Maman menegaskan bahwa transformasi digital menjadi faktor utama agar UMKM Indonesia mampu bersaing di tingkat global. Ia menilai adaptasi terhadap teknologi dan inovasi merupakan kunci dalam menghadapi dinamika ekonomi modern.
“Pelaku usaha harus mampu terintegrasi dalam global value chain serta adaptif terhadap transformasi digital dan inovasi teknologi,” ujar Maman dalam keterangan resmi, Minggu (5/4/2026).
Sejalan dengan hal tersebut, Duta Besar Republik Indonesia untuk China dan Mongolia Djauhari Oratmangun menyampaikan bahwa forum ini memiliki peran strategis dalam mempererat hubungan ekonomi antara Indonesia dan China.
“Forum ini membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara pelaku usaha Indonesia dan China,” kata Djauhari.
Sementara itu, Ketua Umum ATTEC Budihardjo Iduansjah menambahkan bahwa forum ini tidak hanya menjadi sarana diskusi, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan kerja sama nyata. Bentuk kerja sama tersebut meliputi investasi, pengembangan usaha, hingga ekspansi pasar bagi pelaku usaha kedua negara.
Dalam rangkaian kegiatan forum, dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara ATTEC dan China International Council for the Promotion of Multinational Corporations sebagai langkah konkret dalam memperkuat investasi yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Selain itu, sejumlah pertemuan bilateral turut digelar dengan berbagai lembaga di China, termasuk kementerian terkait industri dan perdagangan. Diskusi juga melibatkan sejumlah perusahaan seperti FESCO, UnionPay, dan Sinomac yang membahas pengembangan sumber daya manusia, sistem pembayaran, hingga pembiayaan industri.
Melalui forum ini, Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem ekonomi yang inklusif dan kompetitif. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari strategi nasional untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu destinasi investasi utama di kawasan Asia.
Lan.











