majalahsuaraforum.com – Memasuki periode libur panjang Jumat Agung dan Paskah 2026, arus kunjungan wisatawan ke Kota Bandung mengalami peningkatan signifikan. Mengantisipasi lonjakan tersebut, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Bandung mengambil langkah cepat dan terukur guna menjaga kelancaran arus kendaraan serta kenyamanan masyarakat.
Kasat Lantas Polrestabes Bandung, Hudi Arif, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan strategi pengamanan lalu lintas dengan menerjunkan lebih dari 200 personel ke berbagai titik strategis. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kepadatan, khususnya di jalur masuk kota dan kawasan wisata.
“Kami dari jajaran Satuan Lalu Lintas Polrestabes Bandung sudah menyiapkan langkah-langkah taktis. Kurang lebih 200 personel kami sebar ke seluruh titik rawan yang ada di Kota Bandung ini untuk mengantisipasi kepadatan selama libur nasional,” kata AKBP Hudi Arif, Kamis, 2 April 2026.
Personel yang ditugaskan tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga diberikan kewenangan untuk mengambil tindakan cepat di lapangan. Mereka dapat menerapkan rekayasa lalu lintas secara situasional, termasuk sistem buka-tutup jalan guna mengurai kemacetan yang terjadi sewaktu-waktu.
Sejumlah lokasi yang dipetakan sebagai titik rawan kepadatan meliputi gerbang tol utama seperti Pasteur, Buahbatu, Moh. Toha, dan kawasan Summarecon. Selain itu, pusat-pusat perbelanjaan besar seperti Paris Van Java (PVJ) dan Paskal 23, serta jalur wisata Simpang Ledeng menuju Lembang dan kawasan Dago, juga menjadi fokus pengamanan.
Tidak hanya mengatur arus kendaraan, Satlantas Polrestabes Bandung turut bersinergi dengan Dinas Perhubungan dalam melakukan penertiban di lapangan. Penindakan difokuskan pada kendaraan yang parkir sembarangan dan aktivitas travel ilegal yang kerap memicu kemacetan, terutama di ruas jalan Terusan Buahbatu, Pasteur, dan Dipatiukur.
AKBP Hudi Arif menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan kelonggaran bagi pelanggaran yang mengganggu ketertiban lalu lintas. Sanksi tegas berupa tilang hingga penderekan kendaraan akan diterapkan bagi pelanggar, khususnya yang menaikkan atau menurunkan penumpang di lokasi yang tidak semestinya.
“Kehadiran kami di lapangan adalah bentuk komitmen Polri untuk memberikan pelayanan terbaik. Kami ingin memastikan warga Bandung maupun wisatawan tetap merasa nyaman dan aman selama menikmati waktu libur di kota ini,” tegasnya.
Dengan berbagai langkah strategis yang telah dipersiapkan, diharapkan arus lalu lintas selama libur panjang dapat terkelola dengan baik. Kehadiran aparat di lapangan juga diharapkan mampu memberikan rasa aman serta memastikan aktivitas masyarakat dan wisatawan di Kota Bandung tetap berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Hil.











