Home / Politik / PBNU Nilai Kampanye Hemat Energi Selaras dengan Nilai-Nilai Islam

PBNU Nilai Kampanye Hemat Energi Selaras dengan Nilai-Nilai Islam

majalahsuaraforum.com – Imbauan pemerintah terkait penghematan energi mendapat dukungan dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Ketua PBNU, Ahmad Fahrur Rozi atau Gus Fahrur, menegaskan bahwa gerakan tersebut sejalan dengan ajaran Islam yang melarang perilaku boros atau mubazir.

Menurutnya, prinsip hemat energi bukan sekadar kebijakan ekonomi, tetapi juga bagian dari nilai keagamaan. Ia mengutip ajaran dalam Al-Qur’an yang menyebut bahwa perbuatan mubazir merupakan hal yang dilarang.

“Penghematan energi adalah bagian dari ajaran Islam untuk menghindari perbuatan mubazir (sia-sia) yang dilarang, di mana pelakunya disebut sebagai saudara setan (QS Al-Isra: 27),” ujarnya.

Islam Ajarkan Kesederhanaan dan Kepedulian Lingkungan Gus Fahrur menjelaskan bahwa Islam mengajarkan umatnya untuk hidup sederhana, tidak berlebihan, serta menjaga keseimbangan alam. Manusia sebagai khalifah di bumi memiliki tanggung jawab untuk merawat lingkungan dan tidak mengeksploitasi sumber daya secara berlebihan.

Ia juga mencontohkan ajaran Nabi Muhammad SAW yang menekankan efisiensi dalam kehidupan sehari-hari.

“Nabi Muhammad SAW mengajarkan efisiensi, bahkan dalam hal kecil, seperti mematikan lampu (api) saat tidur dan tidak berlebihan dalam berwudu, meskipun air melimpah. Manusia diamanahkan sebagai pengelola bumi yang berkewajiban menjaga kelestarian lingkungan, bukan merusaknya dengan eksploitasi energi yang berlebihan,” tegasnya.

Respons atas Imbauan Pemerintah Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan energi. Ajakan ini disampaikan di tengah dinamika geopolitik global, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada sektor energi.

Ia menekankan bahwa penghematan energi bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat.

“Masalah ini bukan pemerintah saja. Saya mohon agar kita pakai energi dengan bijak,” ujarnya.

Efisiensi Energi untuk Ketahanan Nasional Bahlil memastikan bahwa cadangan energi nasional saat ini masih dalam kondisi aman. Namun, ia menilai pengelolaan konsumsi energi tetap menjadi faktor penting untuk menjaga ketahanan energi dalam jangka panjang.

Dengan penggunaan energi yang lebih efisien, cadangan bahan bakar seperti solar dan bensin dapat tetap terjaga, terutama di tengah ketidakpastian global yang terus berlangsung.

Ia pun menegaskan bahwa kebiasaan hemat energi akan memberikan dampak positif bagi stabilitas energi nasional.

Dw.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh