majalahsuaraforum.com — Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat, Eddy Soeparno, menyatakan dukungannya terhadap kebijakan work from home (WFH) setelah Lebaran 2026. Menurutnya, langkah ini dapat menjadi solusi untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah kenaikan harga energi global.
Eddy menjelaskan, penerapan WFH berpotensi mengurangi mobilitas masyarakat, khususnya pekerja, sehingga berdampak langsung pada penurunan penggunaan BBM secara nasional.
“Tentu kebijakan ini dapat menghemat konsumsi BBM secara nasional karena mobilitas masyarakat menurun,” ujarnya.
Potensi Efisiensi Lebih Besar Jika Berlaku untuk Pelajar Ia menambahkan, dampak penghematan energi akan semakin besar apabila kebijakan serupa juga diterapkan pada sektor pendidikan melalui kegiatan belajar dari rumah. Dengan berkurangnya aktivitas perjalanan harian, konsumsi energi dinilai bisa ditekan lebih signifikan.
Ekonomi Harus Tetap Bergerak Meski mendukung kebijakan tersebut, Eddy mengingatkan pemerintah agar tetap menjaga stabilitas perekonomian nasional. Ia menegaskan bahwa sektor-sektor produktif, terutama industri dan manufaktur, harus tetap beroperasi agar tidak menghambat pertumbuhan ekonomi.
“Roda perekonomian jangan sampai melambat, khususnya sektor industri dan manufaktur yang harus tetap berjalan,” tegasnya.
WFH Jadi Bagian Strategi Hemat Energi Pemerintah Sebelumnya, Prabowo Subianto dalam sidang kabinet di Istana Negara mendorong langkah penghematan BBM sebagai respons terhadap dinamika krisis global, termasuk dengan mempertimbangkan penerapan WFH.
Kebijakan ini kemudian dikonfirmasi oleh Airlangga Hartarto, yang menyebutkan bahwa WFH akan mulai diberlakukan setelah Lebaran, khususnya bagi aparatur sipil negara (ASN), dan dianjurkan juga bagi sektor swasta.
Skema yang direncanakan adalah WFH satu hari dalam sepekan, dengan koordinasi lintas kementerian guna memastikan implementasi berjalan efektif.
Dorong Efisiensi dan Aktivitas Ekonomi Domestik Sementara itu, Purbaya Yudhi Sadewa menilai kebijakan WFH dapat memberikan efisiensi energi yang nyata, terutama dalam penghematan BBM.
Ia juga menyebut bahwa jika WFH diterapkan pada hari Jumat, maka akan tercipta akhir pekan panjang yang berpotensi mendorong konsumsi rumah tangga serta menggerakkan sektor pariwisata domestik.
Keseimbangan Jadi Kunci Kebijakan WFH pasca Lebaran ini diharapkan mampu menjadi solusi di tengah tekanan global, dengan tetap menjaga keseimbangan antara efisiensi energi dan produktivitas ekonomi nasional.
Lan.











