majalahsuaraforum.com – Konser gratis yang digelar untuk merayakan comeback grup K-Pop ternama BTS di Gwanghwamun Square, Seoul, berlangsung di tengah pengamanan ketat dan sejumlah insiden keamanan.
Acara bertajuk “Arirang” tersebut sempat diwarnai penahanan beberapa individu oleh aparat kepolisian karena kedapatan membawa barang yang dinilai berbahaya saat pemeriksaan.
Penonton Ditahan Bawa Alat Berbahaya Salah satu insiden terjadi ketika seorang pria berusia 55 tahun berinisial Kwon dihentikan saat melewati detektor logam di kawasan Jongno. Ia diketahui membawa senjata gas serta alat kejut listrik, yang kemudian membuatnya langsung diamankan oleh pihak berwenang.
Kwon mengaku bahwa barang tersebut bukan untuk mengganggu konser, melainkan sebagai alat perlindungan diri.
“Saya terlibat dalam gugatan selama enam tahun setelah ditipu, dan saya membawa barang-barang ini untuk keselamatan pribadi. Saya sedang dalam perjalanan untuk bertemu pengacara,” ujarnya.
Saat ini, polisi masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan apakah kepemilikan alat tersebut sesuai dengan hukum yang berlaku di Korea Selatan.
Sejumlah Barang Berbahaya Lain Juga Disita Selain kasus tersebut, aparat juga menemukan beberapa barang lain yang dianggap berpotensi membahayakan, termasuk pisau lipat milik seorang turis asal Jerman.
Turis tersebut mengaku membawa pisau untuk keperluan pribadi saat bepergian, namun tetap harus menyerahkannya karena aturan keamanan yang berlaku di area konser.
Di lokasi lain, petugas juga mendeteksi pisau dapur milik seorang koki, serta beberapa pisau kecil yang dibawa pengunjung dalam tas mereka. Meski sebagian mengaku hanya untuk keperluan sederhana seperti mengupas buah, semua barang tersebut tetap diamankan.
Pengamanan Ketat Demi Keselamatan Otoritas setempat menegaskan bahwa langkah pengamanan ketat ini dilakukan demi memastikan keselamatan seluruh penonton dalam acara berskala besar tersebut.
Di Korea Selatan sendiri, kepemilikan senjata tertentu seperti senjata gas diatur secara ketat dan memerlukan izin resmi dari kepolisian. Pelanggaran terhadap aturan ini dapat berujung pada sanksi hukum.
Meski sempat diwarnai insiden, konser tetap berlangsung dengan pengawasan intensif dari aparat keamanan.
Aan.











