majalahsuaraforum.com – Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Dewi Asmara, menyampaikan apresiasi atas kinerja dan pelayanan Balai Pemasyarakatan Kelas I Semarang saat kunjungan kerja reses di kantor Bapas Semarang, Senin (23/2/2026).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda reses Komisi XIII DPR RI di Jawa Tengah untuk memastikan pelaksanaan fungsi pelayanan di bidang pemasyarakatan, termasuk kesiapan fungsional Pembimbing Kemasyarakatan dalam implementasi KUHP dan KUHAP Nasional.
Turut hadir dalam kegiatan itu jajaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Tengah, Kanwil Hukum Jawa Tengah, serta Kanwil HAM Jawa Tengah.
Dalam peninjauan, Dewi Asmara dan rombongan melihat langsung berbagai layanan di Bapas Semarang, mulai dari layanan terpadu, Pos Bantuan Hukum, layanan pembimbingan dan konseling bagi klien, hingga Ruang Sekretariat Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP). Rombongan juga meninjau hasil olahan UMKM klien Bapas, termasuk berdialog dengan salah satu klien kasus terorisme yang memamerkan produknya.
“Proses pendampingan terhadap klien yang dilakukan oleh Bapas Semarang kami apresiasi dan terkesan. Efisiensi anggaran tidak menyurutkan semangat jajaran untuk terus memberikan pelayanan terbaik,” ujar Dewi Asmara.
Kepala Bapas Semarang, Totok Budiyanto, menyampaikan berbagai persiapan yang telah dilakukan dalam menyongsong berlakunya KUHP dan KUHAP Nasional. Menurutnya, dengan regulasi baru tersebut, peran Balai Pemasyarakatan menjadi semakin strategis.
“Bapas Semarang senantiasa berupaya mengimplementasikan pembimbingan yang inovatif dan humanis. Kami berharap kunjungan ini memperkuat dukungan dalam perbaikan sarana prasarana serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia,” ujar Totok.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah, Mardi Santoso, menegaskan pembimbingan kemandirian menjadi bagian penting dalam menyiapkan klien pemasyarakatan agar siap kembali ke masyarakat.
“Kegiatan pembimbingan diarahkan agar klien memiliki keterampilan, kepercayaan diri, dan kesiapan kembali ke masyarakat secara produktif. Hasil karya yang ditampilkan menunjukkan proses pembimbingan berjalan dan memberi manfaat nyata,” ujar Mardi Santoso.
Hil.











