Home / Nasional / Prabowo Gelar Pertemuan dengan Puluhan Tokoh Islam, MUI Soroti BoP dan Perjuangan Palestina

Prabowo Gelar Pertemuan dengan Puluhan Tokoh Islam, MUI Soroti BoP dan Perjuangan Palestina

majalahsuaraforum.com — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan sedikitnya 64 tokoh Islam nasional di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/2/2026). Pertemuan tersebut dipandang sebagai langkah strategis pemerintah untuk membuka ruang dialog langsung dengan umat Islam, khususnya di tengah dinamika isu global yang sensitif, seperti keberadaan Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian dan sikap Indonesia terhadap perjuangan Palestina.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif Presiden Prabowo tersebut. Menurutnya, komunikasi langsung antara kepala negara dan para tokoh umat sangat penting untuk menghindari kesenjangan persepsi antara pemerintah dan masyarakat.

“Semoga pertemuan ini membuahkan hasil yang benar-benar memberikan manfaat bagi national interest kita, Palestina, serta global peace and justice,” kata Sudarnoto, Selasa.

Sudarnoto berharap pertemuan tersebut tidak berhenti pada agenda seremonial semata. Ia menilai dialog ini seharusnya menjadi momentum bagi para tokoh Islam untuk menyampaikan pandangan yang kritis dan jujur, terutama terkait BoP serta posisi diplomatik Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

Menurutnya, pembahasan isu Palestina harus ditempatkan dalam kerangka konstitusi dan hukum internasional. “Hal ini sangat penting agar komitmen Indonesia dalam mewujudkan kemerdekaan Palestina dan dihukumnya Israel karena kejahatan yang dilakukannya melalui jalan diplomatik, politik yang sejalan dengan amanah pembukaan UUD 1945 dan tidak bertentangan dengan hukum internasional,” ujar Sudarnoto.

Ia juga menekankan bahwa konsep perdamaian sejati tidak bisa dimaknai secara sempit hanya sebagai penghentian konflik bersenjata. Bagi MUI, perdamaian harus dibarengi dengan keadilan yang nyata dan dapat dirasakan langsung oleh rakyat Palestina.

“Perwujudan perdamaian dan keadilan sangat urgen, bukan hanya perdamaian dalam pengertian penghentian perang atau kontak senjata. Keadilan harus dibuktikan. Dan Trump gagal membuktikan keadilan ini, nyatanya pasca penandatanganan BoP pembunuhan masih dilakukan oleh Israel,” kata Sudarnoto.

Lebih lanjut, Sudarnoto menilai kondisi perdamaian dan keadilan global saat ini justru mengalami kemunduran yang serius. Ia menyoroti kuatnya dominasi politik negara-negara adidaya yang dinilai memperlemah upaya penegakan keadilan internasional. Dalam konteks tersebut, Indonesia diminta tetap konsisten pada jati diri historisnya sebagai bangsa yang menentang penjajahan.

“Sebagai negara cinta damai, pejuang kemerdekaan dan penghapus penjajahan, Indonesia harus tetap kokoh, konsisten dengan sikap bela Palestina untuk kemerdekaannya dan menghapus penjajahan termasuk yang dilakukan Israel dan didukung Amerika,” tambah Sudarnoto.

Selain itu, ia menegaskan pentingnya penguatan diplomasi yang bermartabat dengan berlandaskan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar menghadapi ketidakadilan global. Menurutnya, pendekatan diplomasi beradab merupakan cara yang tepat untuk menjaga prinsip kemanusiaan dan keadilan internasional.

“Ketidakadilan harus dilawan dengan berbagai cara yang beradab, termasuk mengembangkan dan memperkuat diplomasi yang bermartabat. Indonesia dengan nilai-nilai luhur Pancasila berpeluang besar untuk menunjukkan kemampuannya mengembangkan diplomasi bermartabat ini sebagaimana yang sudah ditunjukkan sepanjang sejarah Indonesia,” ujar Sudarnoto.

Ia berharap dialog antara Presiden Prabowo dan para tokoh Islam tidak berhenti pada tataran wacana, melainkan melahirkan langkah-langkah konkret yang berdampak luas, baik bagi kepentingan nasional Indonesia maupun perjuangan kemanusiaan global.

Dalam pertemuan tersebut, turut hadir sejumlah pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam. Di antaranya Ketua Umum DPP Hidayatullah Naspi Arsyad, Ketua Umum MUI Anwar Iskandar, Wakil Ketua Umum MUI Cholil Nafis, Sekretaris Jenderal MUI Amirsyah Tambunan, serta tokoh Nahdlatul Ulama Khofifah Indar Parawansa dan Saifullah Yusuf.

Pertemuan Presiden dengan para tokoh Islam ini menjadi perhatian publik, seiring dengan dinamika politik nasional dan meningkatnya tekanan global terhadap sikap Indonesia dalam isu Palestina serta agenda perdamaian dunia.

Dw.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh