majalahsuaraforum.com – Klub bola voli putri Korea Selatan, Red Sparks, tengah mengalami periode sulit pada musim kompetisi Liga Voli Korea Selatan 2025/2026. Tim yang pada musim lalu tampil impresif hingga meraih status runner-up kini justru terpuruk di papan bawah klasemen setelah ditinggal salah satu pemain andalannya, Megawati Hangestri Pertiwi.
Hingga berakhirnya putaran keempat pada Selasa (20/1/2026), Red Sparks masih tertahan di posisi juru kunci klasemen sementara. Tim tersebut baru mengoleksi 18 poin hasil dari enam kemenangan dan 18 kekalahan. Perolehan poin itu terpaut jauh dari Hi-Pass yang memuncaki klasemen dengan 49 poin, serta Hyundai Hillstate yang berada di posisi atas dengan raihan 42 poin.
Awal musim Red Sparks sudah diwarnai kabar kurang menggembirakan. Pemain kuota Asia yang diharapkan menjadi tulang punggung baru tim, Wipawee, belum bisa diturunkan karena masih mengalami cedera. Kondisi tersebut membuat Red Sparks harus memulai kompetisi tanpa kekuatan penuh.
Keputusan pelatih Ko Hee-jin untuk merekrut Wipawee dalam kondisi belum pulih sepenuhnya belakangan dinilai sebagai langkah berisiko. Harapan agar pemain asal Thailand itu dapat segera kembali merumput dan memperkuat tim tak kunjung terwujud, lantaran proses pemulihan ternyata memakan waktu lebih lama dari perkiraan awal.
Absennya Wipawee berdampak signifikan terhadap keseimbangan permainan Red Sparks. Tim kehilangan sosok penting di lini pertahanan yang juga dikenal memiliki kemampuan menyerang yang baik. Ketimpangan permainan mulai terlihat, terutama saat menghadapi lawan-lawan yang mampu memberikan tekanan tinggi.
Pada awal Desember 2025, manajemen Red Sparks akhirnya memutus kontrak Wipawee. Sebagai gantinya, klub merekrut pemain muda berdarah Mongolia, Inkushi. Namun demikian, performa Inkushi sejauh ini belum mampu memenuhi ekspektasi dan masih jauh dari kata memuaskan.
Masalah Red Sparks tidak berhenti di situ. Setter utama Yeum Hye-seon juga belum sepenuhnya pulih dari cedera yang dialaminya pada musim sebelumnya. Kondisi tersebut berpengaruh besar terhadap alur serangan tim. Tanpa pengatur serangan yang berada dalam kondisi terbaik, permainan Red Sparks kehilangan ketajaman yang sempat menjadi ciri khas mereka.
Nasib buruk kembali menghampiri Red Sparks saat pemain asing asal Italia, Elissa Zanette, mengalami cedera dan harus absen dalam pertandingan melawan GS Caltex. Dalam laga tandang yang digelar di Jangchung Gymnasium, Seoul, Selasa (20/1/2026), Red Sparks menelan kekalahan telak dengan skor 0-3 (19-25, 22-25, 14-25).
Zanette sebenarnya sudah hadir dan siap tampil, namun mengalami cedera secara mendadak saat melakukan pemanasan di ruang ganti. Akibat insiden tersebut, Zanette harus dilarikan ke rumah sakit dan diperkirakan membutuhkan waktu lama untuk kembali bermain.
Diketahui, Zanette mengalami luka robek di bagian dahi dan masih harus menjalani pemeriksaan medis lanjutan untuk memastikan kondisi cederanya.
“Zanette mengalami kecelakaan tak terduga saat pemanasan dan langsung dibawa ke rumah sakit. Kondisi detailnya akan kami sampaikan kemudian,” kata pelatih Red Sparks, Ko Hee-jin, dikutip dari Naver.
Ko Hee-jin mengakui bahwa performa timnya saat ini berada dalam kondisi terburuk. “Bukan hanya kemampuan, semangat para pemain juga terlihat menurun,” ujar Ko Hee-jin.
Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada para pendukung Red Sparks atas rentetan hasil negatif yang dialami timnya sepanjang musim ini. “Sebagai pelatih, saya merasakan tanggung jawab yang sangat besar. Saya benar-benar minta maaf kepada para penggemar,” kata Ko Hee-jin.
Jay.











