majalahsuaraforum.com — Menteri Imigrasi dan Permasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto meresmikan Campus Immigration Point di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Jawa Tengah. Ia menegaskan bahwa layanan yang dihadirkan di fasilitas ini menjadikannya kantor imigrasi yang paling istimewa dan berbeda dibandingkan cabang lain di bawah Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus TPI Semarang.
Layanan Lengkap dalam Satu Atap Pada awal acara, Menteri Agus menjelaskan bahwa wilayah kerja Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus TPI Semarang mencakup Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Salatiga, Demak, Kendal, dan Grobogan. Selama ini, pelayanan imigrasi ditopang oleh empat cabang, yaitu:
Kantor Imigrasi di Krapyak Unit Pelayanan Paspor di Tentrem Mall Unit Layanan Paspor (ULP) Manunggal Jati Mal Pelayanan Publik Kabupaten Grobogan Namun, Campus Immigration Point menghadirkan layanan yang jauh lebih luas dan terpadu.
“Alhamdulillah untuk pertama kalinya di Indonesia kita resmikan Campus Immigration Point yang hadir di Universitas Diponegoro. Yang spesial Campus Immigration Point adalah jenis layanan yang kita hadirkan baik kepada WNI dalam hal pembuatan paspor baru, pergantian paspor, dan layanan paspor hilang atau rusak, serta layanan perpanjangan izin tinggal kepada WNA dalam satu atap,” jelas Menteri Agus saat peresmian, Senin (1/12/2025).
Ia menegaskan bahwa fasilitas ini berbeda dari ULP maupun Immigration Lounge.
“Berbeda dengan ULP, dan Immigration Lounge yang hanya menghadirkan pelayanan pengurusan paspor saja,” sambungnya.
Apresiasi untuk Universitas Diponegoro Dalam kesempatan tersebut, Menteri Agus juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak Undip yang telah menyediakan lokasi dan fasilitas secara penuh untuk berjalannya layanan imigrasi ini.
“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi tingginya kepada Bapak Rektor dan seluruh sivitas akademika Universitas Diponegoro, yang telah memfasilitasi seluruh proses pembangunan daripada unit pelayanan keimigrasian kepada masyarakat,” ujarnya.
Karena fasilitas diberikan tanpa biaya apa pun, Menteri Agus meminta agar pelayanan di lokasi tersebut dilaksanakan oleh petugas terbaik.
“Saya mendapat laporan tidak hanya tempat yang strategis yang disiapkan, tapi seluruh fasilitas gratis. Oleh karena itu saya minta Pak Haryono tempatkan petugas-petugas yang baik, berikan layanan yang terbaik, sehingga tidak mencoreng kewibawaan daripada Undip,” tegasnya.
Diresmikan dengan Seremonial dan Dihadiri Pimpinan Undip Peresmian ditandai dengan pemukulan gong dan pemotongan pita. Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat, termasuk Rektor Undip Profesor Suharnomo, Plt Dirjenim Yuldi Yusman, Dirjenpas Mashudi, serta para pejabat Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Jateng dan Kementerian Imipas.
Rektor Undip, Profesor Suharnomo, mengungkapkan rasa syukur atas berdirinya layanan imigrasi di kawasan kampus.
“Ini kami impikan Pak Menteri. Karena Undip ini punya banyak mahasiswa asing, sekitar 300-an. Dan setiap tahun pasti lebih dari 100 (mahasiswa asing baru) yang masuk ke sini,” terang Profesor Suharnomo.
Campus Immigration Point diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan dan efisiensi pelayanan bagi mahasiswa, dosen, serta masyarakat umum yang membutuhkan layanan keimigrasian dengan akses lebih dekat dan proses lebih cepat.
Hil.











