majalahsuaraforum.com – Puluhan karyawan PT Kalrez Petroleum (Seram) Ltd di Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), melakukan aksi blokade sekaligus penyegelan kantor perusahaan pada Sabtu (22/11/2025). Tindakan itu muncul setelah gaji mereka tidak dibayarkan selama enam bulan, sementara kegiatan produksi minyak disebut tetap berjalan seperti biasa.
Para pekerja menyampaikan bahwa sejak November 2024 perusahaan masih beroperasi dengan kapasitas besar. Namun, hak mereka sebagai karyawan justru diabaikan, sehingga memicu kesulitan ekonomi berat bagi banyak keluarga. Sejumlah pegawai mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan dasar hingga biaya pendidikan anak.
Aksi Penyegelan dan Lumpuhnya Operasional Setelah berbulan-bulan mencoba menyelesaikan persoalan melalui komunikasi tanpa hasil, para karyawan memutuskan menutup kantor dengan mengelas pagar serta memalang pintu masuk. Aksi tersebut menghentikan seluruh aktivitas operasional PT Kalrez Petroleum secara total.
Salah seorang karyawan, Bahar Tomalehu, mengungkapkan tekanan yang dialami keluarganya akibat gaji yang tak kunjung dibayar.
“Kami mau bayar anak-anak punya uang sekolah saja susah, bagaimana kami mau bayar, gaji kami tak kunjung dibayar,” ujarnya.
Bahar mengatakan dirinya dan rekan-rekan sudah tidak memiliki cukup dana untuk kebutuhan hidup maupun biaya pendidikan. Karena itu, ia meminta pemerintah pusat turun tangan menyelesaikan masalah yang mereka hadapi.
Ia juga meminta perhatian Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) agar memberikan tindakan tegas terhadap perusahaan.
“Kamі hanya berharap yang di atas, presiden ikut campur terhadap perusahaan biar gaji kami dibayar,” tambahnya.
Produksi Dihentikan Hingga Hak Dibayar Para pekerja menyatakan bahwa blokade akan tetap dilakukan hingga seluruh hak mereka dipenuhi. Mereka menegaskan tidak akan kembali bekerja sebelum manajemen melunasi gaji yang menunggak.
Hingga laporan ini dibuat, PT Kalrez Petroleum disebut tidak lagi beroperasi menyusul penyegelan kantor oleh para karyawan.
Dw.











