majalahsuaraforum.com – Perkembangan karier Janice Tjen dalam satu tahun terakhir mencuri perhatian tidak hanya publik tanah air, tetapi juga media internasional. Ledakan performanya dianggap sebagai momentum penting yang menandai kembalinya Indonesia ke dalam peta persaingan tenis global setelah bertahun-tahun vakum dari panggung utama.
Pengamatan berbagai media asing menunjukkan bahwa kenaikan peringkat dan torehan gelar Janice bukanlah fenomena sesaat, melainkan bagian dari perubahan besar yang tengah terjadi di tenis Indonesia.
Reuters Soroti Rekor Bersejarah Janice Afirmasi internasional terhadap kebangkitan Janice pertama kali mengemuka setelah Reuters melaporkan keberhasilannya memetik kemenangan pada babak awal US Open. Media tersebut menyandingkan capaian itu dengan sejarah tenis tanah air, karena kemenangan tersebut merupakan Grand Slam pertama bagi Indonesia dalam lebih dari dua dekade.
Pemberitaan itu langsung memantik narasi bahwa Indonesia kembali melahirkan sosok pemain yang mampu bersaing di panggung tertinggi.
Keesokan harinya, dalam laporan Reuters lainnya, Emma Raducanu yang menjadi lawan Janice memberikan komentar yang memicu perhatian baru. Ia menggambarkan permainan Janice sebagai sesuatu yang berbahaya dan tak terduga.
Raducanu menyebutnya “super dangerous”, sebuah apresiasi yang jarang ditujukan kepada pendatang baru dan menegaskan kualitas permainan Janice di mata kompetitor kelas dunia.
WTA Tennis: Kisah Kebangkitan Terbesar Musim Ini Analisis lebih dalam datang dari WTA Tennis yang meninjau performa Janice pada ajang Chennai Open. WTA menyoroti perkembangan tidak biasa dari seorang pemain yang memulai musim di level ITF, tetapi mampu menutup tahun dengan gelar tunggal sekaligus ganda WTA.
Media itu menyebut perjalanan Janice sebagai salah satu “kisah kebangkitan terbesar musim ini”, serta menegaskan bahwa gelar tersebut merupakan pencapaian bersejarah karena menjadi gelar WTA pertama Indonesia setelah lebih dari 20 tahun.
Liputan Internasional: Dari India Hingga Inggris Times of India memasukkan kemenangan Janice di Chennai sebagai bagian dari persaingan ketat yang dipenuhi pemain berpengalaman. Mereka menggambarkan raihan gelar itu sebagai “penutup musim impian”, sekaligus menilai bahwa kemunculan Janice memperkuat kebangkitan tenis Asia Tenggara di kancah global.
Sementara itu, The Guardian menilai gaya permainan Janice memiliki nuansa yang mengingatkan pada Ash Barty memadukan topspin dan slice yang membuat lawan sulit membaca arah permainan.
Di kawasan Asia Tenggara, The Southeast Asia Desk memberi perspektif lebih luas, menulis bahwa munculnya Janice menandai perubahan penting: negara-negara yang sebelumnya jarang masuk daftar unggulan kini mulai tampil dan bersaing dengan negara-negara besar.
Janice Tjen dan Kembalinya Indonesia ke Panggung Utama Sorotan internasional yang datang bertubi-tubi menunjukkan satu hal yang sama: Janice bukan sekadar atlet berprestasi, melainkan wajah baru yang menarik perhatian dunia terhadap Indonesia. Keberhasilannya membawa kembali nama Indonesia ke dalam percakapan tenis global setelah puluhan tahun tanpa figur dominan.
Prestasi beruntun dalam kurun waktu singkat menjadikan Janice Tjen salah satu harapan terbesar bagi masa depan olahraga Indonesia. Jika tren performanya berlanjut, para pengamat meyakini bahwa sorotan dunia terhadap dirinya baru memasuki babak awal.
Jay.











