Home / Kabar Berita / Turki Tegaskan Israel Tak Ingin Perdamaian, Tuduh Lanjutkan Aksi Genosida di Palestina

Turki Tegaskan Israel Tak Ingin Perdamaian, Tuduh Lanjutkan Aksi Genosida di Palestina

majalahsuaraforum.com – Pemerintah Turki kembali melontarkan kecaman keras terhadap Israel atas tindakan militernya di Jalur Gaza dan Tepi Barat. Dalam pernyataannya, Direktur Komunikasi Turki, Burhanetin Duran, menilai bahwa Israel sama sekali tidak memiliki keinginan untuk mencapai perdamaian dan justru terus melanjutkan pendudukan serta genosida terhadap rakyat Palestina.

Melalui unggahan di platform media sosial NSosyal, Duran menyebut serangan terbaru yang dilakukan Israel menunjukkan bahwa negara tersebut merupakan ancaman serius bagi stabilitas dan keamanan kawasan Timur Tengah.

“Sebaliknya, Israel justru berniat melanjutkan pendudukan dan genosida. Serangan terbaru ini sekali lagi menunjukkan bahwa Israel merupakan ancaman bagi perdamaian dan stabilitas kawasan,” ujar Duran.

Duran menyerukan kepada komunitas internasional untuk secara tegas mengutuk kebijakan Israel yang disebutnya sebagai tindakan genosida terhadap warga sipil Palestina. Ia menegaskan bahwa Turki akan terus mendukung perjuangan rakyat Palestina, berdiri melawan penindasan, dan menjadi suara bagi keadilan serta kemanusiaan di dunia internasional.

Sementara itu, di lapangan, militer Israel kembali melancarkan serangan udara dan artileri besar-besaran di Jalur Gaza pada Selasa (28/10/2025). Aksi tersebut dilakukan setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menginstruksikan operasi militer menyusul dugaan pelanggaran gencatan senjata oleh kelompok Hamas.

Perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hamas sebelumnya telah diberlakukan sejak 10 Oktober 2025, sebagai bagian dari rencana perdamaian yang diusulkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Kesepakatan itu mencakup pertukaran tahanan dan sandera serta program rekonstruksi Gaza yang diharapkan dapat meredam ketegangan di wilayah tersebut.

Namun, harapan akan perdamaian kembali pudar setelah parlemen Israel pekan lalu menyetujui tahap awal rancangan undang-undang (RUU) yang bertujuan memperluas kedaulatan Israel atas wilayah Tepi Barat. Langkah ini segera menuai kecaman keras, tidak hanya dari Turki, tetapi juga dari Amerika Serikat dan berbagai pihak di komunitas internasional, karena dianggap melanggar hukum internasional dan memperburuk upaya perdamaian.

Kebijakan tersebut memperkuat pandangan dunia bahwa Israel semakin menjauh dari komitmen perdamaian dan justru memperparah penderitaan rakyat Palestina. Banyak warga sipil kini kehilangan tempat tinggal akibat serangan militer dan terpaksa tinggal di tenda-tenda pengungsian yang didirikan di area pemakaman, menggambarkan krisis kemanusiaan yang kian parah.

Pemerintah Turki menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam melihat ketidakadilan ini. Duran memastikan Turki akan terus memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina serta mendorong investigasi internasional terhadap kejahatan kemanusiaan yang dilakukan Israel.

Situasi di Gaza dan Tepi Barat kini semakin tegang. Banyak pihak memperingatkan bahwa jika kekerasan terus dibiarkan, maka konflik akan kembali meluas dan mengancam perdamaian di kawasan Timur Tengah.

Turki, bersama sejumlah negara lain, berkomitmen untuk terus mendesak dihentikannya agresi militer Israel dan menyerukan agar dunia internasional tidak lagi menutup mata terhadap penderitaan rakyat Palestina yang terus berlangsung hingga hari ini.

Red.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh