majalahsuaraforum.com – Suasana duka menyelimuti Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, setelah peristiwa mengerikan terjadi pada Senin (13/10/2025) malam. Seorang pria bernama Lande Linus Kuabib (51) tega menghabisi nyawa istri, anak, dan adik iparnya sendiri akibat cekcok rumah tangga yang berujung maut.
Insiden berdarah tersebut berlangsung sekitar pukul 20.00 Wita di rumah pelaku. Korban yang meninggal dunia di antaranya adalah Emilian Oetpah (53), istri pelaku; Erna Kuabib (8), anak kandung pelaku; serta Kristina Nomawa (48), adik ipar pelaku. Selain tiga korban tewas, dua orang lainnya juga mengalami luka parah akibat serangan brutal tersebut.
“Peristiwa tersebut merupakan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang menyebabkan tiga orang mati (meninggal) dan kekerasan terhadap anak yang menyebabkan luka berat,” ujar Kepala Subseksi Pengelolaan Informasi Dokumentasi Media (PIDM) Humas Polres TTU, Ipda Markus Wilco Mitang, dikutip Jumat (17/10/2025).
Cekcok Rumah Tangga Berujung Petaka Menurut keterangan kepolisian, kejadian bermula dari pertengkaran antara Lande dan istrinya, Emilian, yang diduga dipicu masalah rumah tangga. Dalam kondisi mabuk berat akibat minuman keras, pelaku kehilangan kendali dan mengambil parang untuk menyerang istrinya.
Pelaku secara membabi buta membacok korban di bagian kepala dan tangan hingga meninggal dunia di tempat. Dua anggota keluarga yang berusaha melerai, yakni Yuliana Talan (77) dan Lusiana Kuabib (14), ikut menjadi sasaran amukan Lande. Keduanya mengalami luka bacok serius dan harus mendapat perawatan intensif di rumah sakit.
Tidak berhenti di situ, pelaku juga melampiaskan amarahnya kepada adik iparnya, Kristina Nomawa, dengan cara membacok bagian kepala, leher, dan lengan korban hingga tewas. Setelah itu, pelaku bahkan menyerang anak kandungnya sendiri, Erna Kuabib, yang baru berusia delapan tahun, hingga meregang nyawa.
Polisi Pastikan Ada Lima Korban Kepolisian mengonfirmasi bahwa total ada lima korban dalam peristiwa sadis tersebut, dengan tiga di antaranya meninggal dunia.
“Ada lima orang korban dalam kasus tersebut. Tiga di antaranya meninggal dunia,” tutur Ipda Markus Wilco Mitang.
Dari hasil penyelidikan awal, diketahui bahwa pertengkaran rumah tangga dan pengaruh alkohol menjadi faktor utama penyebab pelaku melakukan tindakan keji tersebut. Polisi menyebut, kondisi mabuk membuat Lande tidak mampu mengendalikan emosinya hingga nekat menghabisi nyawa keluarganya.
Pelaku Ditangkap Polisi Setelah Sempat Melarikan Diri Usai melakukan pembantaian terhadap keluarganya, pelaku sempat berusaha melarikan diri. Namun, berkat laporan cepat dari warga sekitar yang mendengar keributan dan teriakan dari rumah korban, aparat kepolisian segera datang ke lokasi dan berhasil mengamankan pelaku.
Pelaku kini telah ditahan di Mapolres Timor Tengah Utara untuk menjalani pemeriksaan intensif. Polisi juga menyita barang bukti berupa parang yang digunakan untuk membacok korban.
Sementara itu, jenazah ketiga korban telah dievakuasi ke rumah sakit untuk keperluan otopsi dan identifikasi lebih lanjut, sedangkan dua korban luka masih menjalani perawatan intensif.
Duka dan Keprihatinan Masyarakat Kasus tragis ini menyita perhatian warga sekitar yang tak menyangka Lande bisa bertindak sekejam itu terhadap keluarganya sendiri. Para tetangga mengaku, sebelumnya hubungan rumah tangga pasangan tersebut sering diwarnai pertengkaran, namun tak pernah menyangka akan berakhir dengan tragedi berdarah.
Polisi mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada pihak berwenang. Peristiwa ini juga menjadi peringatan keras tentang bahaya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan pengaruh buruk minuman keras yang kerap berujung pada tindakan kriminal.
Hil.











