majalahsuaraforum.com – Presiden Prabowo Subianto menuai apresiasi dari diplomat senior sekaligus mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, usai menyampaikan pidato dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-80 di New York, Amerika Serikat, Selasa (23/9/2025).
Dino menyebut pidato itu sebagai salah satu yang bersejarah bagi diplomasi Indonesia, bahkan menyebutnya sebagai pidato yang layak dikenang. Ia pun memberikan dua jempol untuk Prabowo.
“Pesan penting dari pidato Presiden Prabowo adalah Indonesia is back in multilateral diplomacy. Selama 11 tahun terakhir, sejak Presiden Joko Widodo tidak pernah hadir secara fisik di Sidang Majelis Umum PBB, ada persepsi Indonesia menjauh dari diplomasi multilateral. Pidato hari ini menghapus persepsi itu,” ungkap Dino melalui video yang ia unggah di akun Instagram @dinopattidjalal, Kamis (25/9/2025).
Menurut Dino, kehadiran Prabowo di forum internasional tersebut menunjukkan sikap kenegarawanan dengan mengedepankan pentingnya perdamaian dan persatuan dunia, sebuah pendekatan yang berbeda dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang lebih menitikberatkan pada agenda nasional.
“Presiden Prabowo tidak berbicara soal Indonesia first, melainkan internasionalisme, persatuan umat manusia, dan perdamaian dunia. Itu mencerminkan kedewasaan berpikir dan sikap kenegarawanan yang kuat,” ujarnya.
Dino juga menilai pidato Prabowo sarat dengan pesan strategis. Beberapa poin utama yang ia soroti antara lain:
Dukungan penuh Indonesia kepada PBB dalam menjaga stabilitas dan perdamaian dunia. Komitmen menghadapi perubahan iklim dengan target net zero emissions 2060 atau lebih cepat melalui pemanfaatan energi terbarukan.
Penegasan kembali komitmen terhadap sustainable development goals (SDGs), terutama ketika banyak negara besar kini lebih fokus pada rivalitas strategis.
Selain itu, Prabowo juga menyinggung konflik berkepanjangan Palestina–Israel. Dino menilai usulan solusi dua negara yang disampaikan Presiden Indonesia tersebut sejalan dengan sikap mayoritas dunia, termasuk negara-negara Arab.
“Jika Israel mengakui kemerdekaan Palestina, maka Indonesia akan memberikan pengakuan diplomatik kepada Israel. Sikap ini sejalan dengan posisi Timur Tengah dan mayoritas komunitas internasional,” tegas Dino.
Dalam pidatonya, Prabowo turut mengingatkan pentingnya kerukunan antarumat beragama, menyerukan agar semua pemeluk agama menjaga persatuan dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
Bagi Dino, pidato tersebut merupakan salah satu momen penting yang akan tercatat dalam sejarah diplomasi Indonesia.
“Ini adalah a speech to remember. Pidato yang akan dikenang dan dipelajari mahasiswa hubungan internasional maupun kalangan akademisi. Saya beri dua jempol untuk Presiden Prabowo. Saya yakin bangsa Indonesia bangga dan terharu,” pungkasnya
Red.











