Home / Kabar Berita / Trump Perintahkan Militer Ledakkan Kapal Kartel Narkoba Venezuela di Laut Karibia

Trump Perintahkan Militer Ledakkan Kapal Kartel Narkoba Venezuela di Laut Karibia

majalahsuaraforum.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi bahwa militer AS telah melaksanakan operasi penghancuran terhadap sebuah kapal yang dituduh dimiliki kartel narkoba asal Venezuela. Serangan ini dilakukan di perairan internasional pada Senin (15/9/2025) dan menjadi aksi kedua dalam kurun waktu beberapa minggu terakhir terhadap kapal yang dituding menyelundupkan narkoba menuju wilayah Amerika Serikat.

Trump menyampaikan bahwa tiga orang dilaporkan tewas dalam peristiwa tersebut. Namun, ia tidak menampilkan bukti konkret yang menguatkan bahwa kapal itu benar-benar membawa narkoba. “Pagi ini, atas perintah saya, Pasukan Militer AS melancarkan serangan kedua terhadap kartel narkoba yang sangat kejam di wilayah tanggung jawab Southcom,” tulis Trump melalui unggahan di platform Truth Social.

Menurut Trump, keberadaan kartel narkoba Venezuela telah menjadi ancaman serius terhadap keamanan nasional, kepentingan vital, serta kebijakan luar negeri Amerika Serikat. Wilayah Southcom sendiri mencakup 31 negara di Amerika Selatan, Amerika Tengah, serta kawasan Karibia.

Bukti dan Video Serangan Dalam unggahannya, Trump turut membagikan rekaman video berdurasi 30 detik yang menampilkan ledakan sebuah kapal di lautan. Meski demikian, analisis awal yang dilakukan Reuters menggunakan perangkat deteksi AI menunjukkan bahwa sebagian dari rekaman tersebut buram dan belum bisa dipastikan keasliannya.

Beberapa jam setelah pernyataannya, Trump kembali menegaskan bahwa bukti narkoba telah terlihat di lokasi berupa kantong besar berisi kokain dan fentanil yang mengapung di perairan. Hingga kini, Kementerian Komunikasi Venezuela belum mengeluarkan tanggapan resmi terkait klaim tersebut.

Ketegangan AS – Venezuela Meningkat Aksi ini semakin memperuncing hubungan diplomatik antara Washington dan Caracas. Presiden Venezuela Nicolas Maduro secara tegas mengecam tindakan Amerika Serikat, menyebutnya sebagai bentuk “agresi” serta menuduh pemerintahan Trump berupaya menggulingkannya.

Sebelumnya, pada 2 September 2025 lalu, militer AS juga melancarkan serangan serupa yang diklaim menewaskan 11 anggota kelompok kriminal Venezuela Tren de Aragua. Namun, otoritas Venezuela membantah tuduhan tersebut dan bahkan menyatakan bahwa rekaman video serangan pertama kemungkinan besar diproduksi menggunakan kecerdasan buatan.

Penguatan Militer Amerika di Karibia Serangan terbaru ini berlangsung di tengah meningkatnya pengerahan kekuatan militer Amerika Serikat di wilayah selatan Karibia. Pada Sabtu (13/9/2025), lima jet tempur F-35 tercatat mendarat di Puerto Riko, bergabung dengan sepuluh pesawat siluman lain, tujuh kapal perang, serta sebuah kapal selam nuklir yang sudah siaga di wilayah tersebut.

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menegaskan bahwa pengerahan pasukan tersebut bukan untuk latihan, melainkan sebagai bagian dari strategi garis depan perang melawan narkoba. “Kami akan melacak, memburu, dan membongkar jaringan mereka di seluruh belahan bumi,” tulis Hegseth dalam unggahannya di X.

Perdebatan Hukum di AS Keputusan Trump untuk menghancurkan kapal alih-alih menyitanya menuai perdebatan hukum di dalam negeri. Senator Demokrat Adam Schiff bahkan tengah menyiapkan sebuah resolusi berdasarkan Undang-Undang Kekuasaan Perang yang bertujuan membatasi keterlibatan militer Amerika Serikat tanpa persetujuan resmi Kongres.

Sementara itu, Pentagon hingga kini belum memberikan penjelasan rinci terkait jenis narkoba, jumlah muatan, maupun jenis persenjataan yang digunakan dalam operasi penghancuran kapal tersebut.

Red.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh