majalahsuaraforum.com ––– Arena ikonik Lumpinee Stadium, Bangkok, Thailand, akan menjadi pusat perhatian dunia bela diri pada One Fight Night 36, Sabtu (4/10/2025). Pertemuan dua bintang besar kickboxing strawweight, Prajanchai PK Saenchai dan Jonathan Di Bella, dipastikan berlangsung penuh tensi tinggi. Duel ini bukan sekadar pertandingan, melainkan penyatuan gelar yang sarat gengsi serta balas dendam lama.
Prajanchai Pertaruhkan Sabuk, Di Bella Kejar Harga Diri
Sang juara bertahan Prajanchai kembali harus mempertahankan sabuk kickboxing-nya menghadapi Jonathan Di Bella, juara interim. Laga ini menjadi momen ulangan dari pertemuan pertama mereka pada One Friday Fights 68, Juni 2024, yang kala itu meninggalkan kontroversi besar.
Pada pertarungan sebelumnya, Di Bella sempat mendominasi jalannya laga berkat jangkauan lebih panjang serta kontrol jarak yang efektif. Namun, pengalaman Prajanchai menjadi faktor penentu. Petarung Thailand tersebut berhasil membalikkan keadaan melalui serangan-serangan tajam, termasuk pukulan kiri lurus dan tendangan akurat yang menggoyahkan lawannya.
Keputusan juri yang memenangkan Prajanchai dengan mutlak memicu perdebatan. Banyak pihak menilai laga tersebut terlalu ketat untuk diselesaikan tanpa kontroversi.
Dominasi Prajanchai Pasca Kemenangan
Kemenangan itu menjadikan Prajanchai sebagai sosok istimewa dengan penguasaan dua disiplin berbeda di bawah panji One Championship. Ia terus menunjukkan ketangguhan, termasuk saat mempertahankan sabuk muay thai dengan menghentikan Ellis Barboza melalui TKO. Kemenangan tersebut bukan hanya menambah deretan prestasinya, tetapi juga memberinya bonus performa spektakuler senilai Rp 1,6 miliar.
Kebangkitan Jonathan Di Bella
Meski menelan kekalahan menyakitkan, Di Bella tidak larut dalam kekecewaan. Petarung Italia-Kanada itu justru bangkit dengan semangat baru. Ia berhasil menumbangkan legenda Thailand, Sam-A Gaiyanghadao, dan merebut sabuk interim. Kemenangan tersebut sekaligus membuka jalan baginya untuk menuntaskan dendam terhadap Prajanchai.
Duel Penentuan Raja Sesungguhnya
Pertemuan kedua ini dipastikan menjadi ajang pembuktian siapa penguasa sejati di divisi strawweight kickboxing. Bagi Prajanchai, mempertahankan sabuk berarti menjaga supremasi sekaligus mengukuhkan kemenangan kontroversial sebelumnya. Sementara itu, Di Bella datang dengan tekad besar untuk menebus kekalahan dan merebut kembali takhta yang sempat direnggut darinya.
Pertarungan penuh gengsi ini akan menjawab pertanyaan besar: apakah Prajanchai tetap bertahan di singgasananya, atau justru Di Bella yang berhasil menutup luka lama dengan kemenangan mutlak?
Pen. Jay.











