Majalahsuaraforum.com -Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan dirinya berencana untuk mengadakan pembicaraan dengan Presiden China, Xi Jinping, terkait masa depan aplikasi media sosial populer TikTok.
Pernyataan ini muncul di tengah mendekatnya tenggat waktu keputusan apakah TikTok akan dijual kepada pihak baru atau menghadapi larangan beroperasi di Amerika Serikat. Langkah Trump tersebut memberi sinyal bahwa pemerintah AS kemungkinan akan kembali memberikan penundaan atas penerapan aturan divestasi maupun larangan penuh terhadap aplikasi tersebut.
“Saya belum berbicara dengan Presiden Xi tentang hal itu. Pada waktu yang tepat, ketika kami siap, saya akan melakukannya. Sementara itu, sampai segala sesuatunya berjalan lancar, kami akan memperpanjangnya sedikit lebih lama,” ungkap Trump, dikutip dari News18, Sabtu (23/8/2025).
Trump Sebut Isu Keamanan TikTok Berlebihan
Meski TikTok kerap dituding sebagai ancaman terhadap keamanan nasional, Trump menilai kekhawatiran itu terlalu dilebih-lebihkan. Ia bahkan secara terbuka mengaku menyukai aplikasi tersebut.
“Saya penggemar TikTok. Anak-anak saya juga suka TikTok. Anak-anak muda suka TikTok. Jika kita bisa mempertahankannya, bagus. Kita akan memperhatikan soal kekhawatiran keamanannya,” tambahnya.
Gedung Putih Luncurkan Akun Resmi
Sebagai langkah strategis, Gedung Putih baru-baru ini meluncurkan akun resmi TikTok. Upaya tersebut dianggap sebagai cara pemerintah menyeimbangkan keresahan terkait kepemilikan aplikasi yang berbasis di China, sekaligus merespons popularitas TikTok di kalangan generasi muda AS.
TikTok sendiri memiliki sekitar 170 juta pengguna di Amerika Serikat. Aplikasi ini telah menjadi salah satu titik panas dalam hubungan diplomatik yang menegang antara Washington dan Beijing. Pemerintah AS khawatir ByteDance, perusahaan induk TikTok, dapat dipaksa oleh pemerintah China untuk menyerahkan data pengguna sesuai dengan hukum keamanan nasional China. Namun, tuduhan itu secara konsisten dibantah oleh pihak TikTok.
Kontroversi di Kalangan Politisi AS
Sebelumnya, baik Donald Trump maupun mantan presiden Joe Biden sama-sama memanfaatkan TikTok sebagai sarana kampanye dalam pemilu presiden 2024. Namun, langkah tersebut menuai kritik karena dinilai kontradiktif dengan peringatan yang pernah mereka lontarkan mengenai risiko keamanan aplikasi tersebut.
Dengan wacana diskusi antara Trump dan Xi Jinping, nasib TikTok di Amerika Serikat masih menunggu kepastian, apakah akan tetap bertahan dengan skema baru atau justru menghadapi larangan penuh.
Pen. Red.











