Home / Olahraga / Ronaldo Perpanjang Kontrak, Empat Klub Besar Arab Saudi Dilepas ke Investor

Ronaldo Perpanjang Kontrak, Empat Klub Besar Arab Saudi Dilepas ke Investor

Majalahsuaraforum.com – Cristiano Ronaldo baru saja memperpanjang kontraknya bersama Al Nassr hingga tahun 2027. Namun, di tengah euforia tersebut, kabar mengejutkan datang setelah pemerintah Arab Saudi melalui Dana Investasi Publik (Public Investment Fund/PIF) memutuskan untuk melepas kepemilikan empat klub raksasa Liga Pro Saudi, yakni Al Nassr, Al Hilal, Al Ittihad, dan Al Ahli.

Langkah penjualan ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk mengurangi beban pengeluaran sekaligus mendorong keberlanjutan pembangunan sektor olahraga. Sejak 2023, keempat klub tersebut berada di bawah kendali PIF dengan kepemilikan saham 75%, sedangkan 25% sisanya dikelola oleh Kementerian Olahraga Saudi.

Transformasi Liga Pro Saudi Pasca Masuknya PIF

Ketika PIF mengambil alih, wajah Liga Pro Saudi berubah secara signifikan. Belanja besar-besaran yang mencapai hampir US$ 1 miliar (Rp 15,5 triliun) pada bursa transfer musim panas 2023 membuat bintang-bintang dunia seperti Cristiano Ronaldo, Neymar, dan Karim Benzema merumput di Arab Saudi.

Kebijakan tersebut sejalan dengan Visi 2030, proyek nasional Saudi untuk menjadikan olahraga, khususnya sepak bola, sebagai pilar pembangunan ekonomi dan diplomasi internasional. Namun, setelah melakukan investasi besar, pemerintah kini memulai tahap baru berupa privatisasi dengan melepas sebagian saham klub kepada investor.

Perebutan Al Hilal dan Nama Besar di Balik Investasi

Di antara keempat klub tersebut, Al Hilal menjadi yang pertama diperebutkan. Media Saudi melaporkan bahwa miliarder Al Waleed bin Talal muncul sebagai kandidat terkuat untuk mengambil alih kepemilikan, mengungguli Pangeran Abdullah bin Mosaad, mantan pemilik klub Inggris Sheffield United.

Al Waleed sendiri bukan sosok asing di Al Hilal. Ia dikenal sebagai “anggota emas” klub dan bahkan pernah mendatangkan Neymar pada tahun 2023 menggunakan pesawat pribadi Boeing 747.

Bursa Transfer Tetap Bergairah

Meski pemerintah menekankan efisiensi, aktivitas transfer musim panas 2025 tetap berlangsung meriah.

Al Hilal menggelontorkan US$ 97 juta (Rp 1,5 triliun) untuk memboyong Darwin Nunez dari Liverpool serta Theo Hernandez dari AC Milan.

Al Nassr mendatangkan Joao Felix dari Chelsea senilai US$ 57 juta (Rp 903 miliar) dan Kingsley Coman dari Bayern Munich seharga US$ 32 juta (Rp 507 miliar). Klub ini juga memperpanjang kontrak Cristiano Ronaldo dengan nilai fantastis, yakni US$ 676 juta (Rp 10,7 triliun) untuk dua tahun.

Al Ahli resmi merekrut Enzo Millot dari Stuttgart dengan harga US$ 34 juta (Rp 540 miliar).

Al Ittihad mengalokasikan US$ 24 juta (Rp 380 miliar) untuk pembelian pemain baru.

Meski besar, jumlah belanja kali ini jauh lebih kecil dibandingkan tahun 2023 yang mencapai hampir US$ 953 juta (Rp 15 triliun).

Gelombang Privatisasi Klub Saudi

Proses privatisasi sepak bola di Arab Saudi kini mulai berjalan nyata. Bulan lalu, Kementerian Olahraga Saudi mengumumkan bahwa tiga klub telah resmi berpindah kepemilikan.

Al Kholood menjadi klub pertama yang dijual ke investor asing, yakni Harburg Group (AS) yang dipimpin oleh Ben Harburg. Setelah akuisisi, klub langsung mengganti logo serta menunjuk Des Buckingham, mantan pelatih Oxford United, sebagai pelatih baru.

Dua klub lokal, Al Zulfi dan Al Ansar, juga telah dilepas kepada grup investor domestik.

Terbaru, pemerintah kembali membuka kesempatan investasi untuk dua klub Liga Pro lainnya, yakni Al Najma dan Al Okhdood, yang menjadi bagian dari fase kedua proyek privatisasi.

 

Dengan kontrak Ronaldo yang diperpanjang hingga 2027, Al Nassr dipastikan masih memiliki daya tarik besar. Namun, dengan masuknya investor baru, Liga Pro Saudi kini bersiap memasuki babak baru: dari proyek ambisius negara menuju model kepemilikan swasta yang diharapkan lebih efisien dan berkelanjutan.

 

Pen. Jay. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh