Majalahsuaraforum.com – Hujan deras yang mengguyur kawasan pegunungan di Pakistan utara telah memicu banjir bandang hebat yang menelan sedikitnya 344 korban jiwa. Ribuan warga dilaporkan masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan yang runtuh akibat derasnya arus air.
Otoritas Manajemen Bencana Nasional Pakistan mengonfirmasi bahwa sekitar 2.000 personel penyelamat telah diterjunkan dalam dua hari terakhir. Mereka berupaya mengevakuasi korban dan mencari jenazah di wilayah terdampak paling parah, yaitu provinsi Khyber Pakhtunkhwa.
Menurut keterangan resmi, operasi penyelamatan menghadapi hambatan besar akibat kondisi geografis yang sulit. “Hujan deras, tanah longsor di beberapa wilayah, serta jalan yang ambruk menjadi tantangan besar dalam upaya bantuan, terutama untuk mengangkut alat berat dan ambulans,” ungkap Bilal Ahmed Faizi, juru bicara lembaga penyelamatan provinsi, pada Sabtu (16/8/2025).
Korban Luka dan Kisah Mencekam Warga
Selain ratusan korban meninggal, sedikitnya 137 orang mengalami luka-luka di sembilan distrik terdampak. Kondisi akses yang terputus membuat tim penyelamat harus berjalan kaki untuk mencapai desa-desa terpencil.
Warga yang selamat menceritakan pengalaman menegangkan saat bencana terjadi. “Saya mendengar suara keras seperti gunung yang bergerak. Tanah bergetar karena derasnya air, dan saya melihat kematian mendekat,” tutur Azizullah, warga distrik Buner, salah satu daerah yang mengalami kerusakan terparah.
Kesedihan mendalam juga dialami Abdul Hayat, yang kehilangan seluruh mahar pernikahan putrinya senilai 500.000 rupee (sekitar US$ 1.760) setelah hanyut terbawa arus. “Kami bahkan tidak punya pakaian dan semua makanan kami habis,” katanya.
Di tengah kondisi darurat, masyarakat setempat berinisiatif membersihkan lumpur dengan peralatan sederhana. Abdul Khan, seorang warga, menyebut masih banyak korban yang terperangkap di reruntuhan, sementara operasi pencarian diperluas hingga wilayah hilir sungai karena banyak warga terseret banjir.
Peringatan Meteorologi dan Ancaman Musim Hujan
Departemen Meteorologi Pakistan telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat di wilayah barat laut dan menyerukan warga untuk meningkatkan kewaspadaan.
Musim hujan di Pakistan umumnya berlangsung dari Juni hingga September, namun tahun ini curah hujan datang lebih awal dan diperkirakan bertahan lebih lama dari biasanya. Situasi tersebut meningkatkan risiko banjir bandang dan tanah longsor yang melanda berulang kali di berbagai provinsi.
Sejak awal musim hujan 2025, data resmi mencatat lebih dari 650 orang meninggal dunia dan 905 orang lainnya mengalami luka-luka. Sebagai perbandingan, bencana banjir besar pada tahun 2022 sempat merendam sepertiga wilayah Pakistan dan menelan korban sekitar 1.700 jiwa.
Pen. Red.











