Home / Kabar Berita / AS Perkuat Armada Militer di Amerika Latin untuk Tindak Kartel Narkoba

AS Perkuat Armada Militer di Amerika Latin untuk Tindak Kartel Narkoba

Majalahsuaraforum.com – Amerika Serikat (AS) meningkatkan operasi militernya di kawasan Amerika Latin dan Karibia dengan mengerahkan kapal perang serta ribuan prajurit. Langkah besar ini dianggap sebagai salah satu strategi militer paling agresif Washington dalam rangka memerangi jaringan kartel narkoba internasional.

Pada Jumat (15/8/2025), Angkatan Laut AS melalui Armada ke-2 mengumumkan pengerahan tiga kapal perang utama, yaitu kapal serbu amfibi USS Iwo Jima, USS Fort Lauderdale, dan USS San Antonio. Namun, lokasi operasi tidak disebutkan secara rinci.

Dua pejabat pertahanan AS, dalam keterangannya kepada CNN, memastikan bahwa USS Iwo Jima Amphibious Ready Group (ARG) bersama Unit Ekspedisi Marinir ke-22, dengan kekuatan lebih dari 4.000 marinir, telah ditugaskan ke kawasan Amerika Latin dan Karibia. Untuk memperkuat misi ini, Pentagon juga menurunkan kapal selam bertenaga nuklir, pesawat pengintai P-8 Poseidon, kapal perusak, serta kapal penjelajah berpeluru kendali.

Dukungan Arahan dari Presiden Trump

Media AS melaporkan bahwa Presiden Donald Trump sebelumnya telah menandatangani sebuah arahan rahasia yang memberi kewenangan bagi Pentagon untuk menggunakan kekuatan militer dalam menghadapi geng narkoba di Amerika Latin. Kebijakan ini dinilai sebagai salah satu sikap paling keras Washington terhadap kartel narkoba, bahkan membuka kemungkinan operasi militer langsung baik di laut maupun di darat negara lain.

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, juga sempat meminta agar militer menyiapkan opsi “kredibel” guna melindungi keamanan nasional, menekan perdagangan narkoba, mencegah imigrasi ilegal, serta memastikan akses strategis Amerika Serikat terhadap Terusan Panama.

Fokus Pencegahan, Bukan Perang Langsung

Seorang pejabat pertahanan menegaskan, “Tujuannya adalah mencegah ancaman terhadap keamanan nasional AS, khususnya dari kelompok yang ditetapkan sebagai teroris narkoba.”

Meski demikian, dua pejabat pertahanan lainnya menekankan bahwa pengerahan ini lebih bertujuan sebagai unjuk kekuatan dan pesan pencegahan, bukan persiapan operasi tempur skala penuh. Bahkan diakui, pasukan marinir AS belum memiliki pelatihan khusus untuk misi anti-penyelundupan narkoba, sehingga dalam situasi darurat tetap harus berkoordinasi dengan Penjaga Pantai AS.

Sikap Resmi Pemerintah AS

Departemen Pertahanan menolak memberikan komentar lebih jauh. Namun, Gedung Putih menegaskan bahwa prioritas utama Presiden Trump adalah menjaga keamanan rakyat Amerika. “Langkah ini mendorongnya untuk bertindak berani dengan memasukkan geng narkoba dan organisasi kriminal ke dalam daftar teroris asing,” ujar juru bicara Gedung Putih.

 

Pen. Red. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh