Majalahsuaraforum.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan keprihatinannya terkait maraknya kejahatan keuangan berupa pinjaman online ilegal dan investasi bodong yang menargetkan masyarakat, khususnya kalangan ibu-ibu di Aceh.
Dalam kegiatan sosialisasi literasi keuangan yang diselenggarakan di Banda Aceh, OJK menjelaskan bahwa ibu-ibu sering menjadi target utama karena dianggap mudah tertarik dengan iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat. “Penawaran seperti ini seringkali memanfaatkan emosi dan kebutuhan mendesak para ibu rumah tangga, sehingga mereka lengah dan akhirnya terjebak,” ujar salah satu perwakilan OJK Aceh.
OJK juga mengapresiasi peran aktif perempuan dalam melaporkan penawaran mencurigakan, yang memungkinkan OJK untuk menindaklanjuti laporan tersebut secara cepat. “Kami mengucapkan terima kasih kepada ibu-ibu yang telah berani melaporkan, karena hal ini sangat membantu kami dalam memutus mata rantai kejahatan keuangan ilegal,” tambahnya.
Masyarakat diimbau untuk tidak langsung menerima ataupun menolak setiap tawaran yang datang. Sebaliknya, menggali informasi lebih dalam dan memastikan legalitas perusahaan di situs resmi OJK menjadi langkah penting sebelum mengambil keputusan finansial. “Penggunaan rasionalitas dalam menilai tawaran keuangan dapat mencegah kita menjadi korban. Jika merasa ragu, segera laporkan ke OJK,” tegas perwakilan OJK.
Selain itu, OJK menegaskan komitmennya untuk terus mengadakan pendidikan literasi keuangan di berbagai daerah, guna meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap risiko dan potensi penipuan dalam aktivitas keuangan. Dengan demikian, diharapkan kejahatan pinjaman online ilegal dan investasi bodong dapat ditekan, serta masyarakat semakin cerdas dalam mengelola keuangannya.
Pen. Lan.











