Majalahsuaraforum.com, 3 Juli 2025 — Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil PAS) Jawa Tengah, Mardi Santoso, melakukan kunjungan resmi ke Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dalam rangka mempererat kerja sama strategis dalam program ketahanan pangan. Pertemuan ini menandai komitmen bersama untuk mendorong keterlibatan narapidana dalam sektor pertanian dan peternakan sebagai bagian dari program pembinaan di lembaga pemasyarakatan (lapas).
Dalam kunjungan tersebut, Mardi Santoso menjelaskan bahwa Kanwil PAS Jateng tengah menggerakkan narapidana di dua lapas sebagai pionir dalam program ketahanan pangan. Di Lapas Terbuka Kelas IIB Kendal, narapidana aktif menanam jagung dan mengembangkan budidaya ikan nila salin. Sementara itu, di kompleks Lapas Nusakambangan, program meliputi penanaman jagung dan padi, serta peternakan ayam dan kambing.
“Program ini bertujuan tidak hanya untuk membekali para narapidana dengan keterampilan yang bermanfaat, tetapi juga sebagai kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” ujar Mardi.
Selain itu, Mardi juga membahas tentang status hibah tanah Lapas Plantungan yang hingga kini masih dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Ia berharap agar sinergi yang terjalin bisa mempermudah proses hibah tersebut, sehingga lahan dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan program pertanian dan pembinaan warga binaan.
Gubernur Ahmad Luthfi menyambut baik inisiatif tersebut dan menegaskan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi. Ia menilai bahwa kolaborasi lintas sektor seperti ini sangat penting dalam mewujudkan swasembada pangan di tingkat daerah, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Potensi pertanian dan perikanan yang ada di lapas harus kita maksimalkan. Ini bukan hanya soal rehabilitasi narapidana, tapi juga bagian dari strategi besar kita dalam memperkuat ketahanan pangan nasional,” kata Gubernur Luthfi.
Sinergi antara Kanwil PAS Jateng dan Pemprov Jateng ini diharapkan menjadi model kolaborasi berkelanjutan yang dapat diperluas ke berbagai wilayah lainnya di Indonesia, dalam upaya mewujudkan lapas yang produktif dan berdaya guna.
Pen. Octa.










