majalahsuaraforum.com – Sekretaris Jenderal PDIP sekaligus terdakwa kasus perintangan penyidikan, Hasto Kristiyanto, meminta agar buronan Harun Masiku segera ditangkap. Hal ini disampaikan dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat pada Kamis (22/5/2025), terkait kasus dugaan suap pengurusan pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR.
Menurut Hasto, penangkapan Harun Masiku penting agar semua tuduhan terhadap dirinya bisa diperjelas. Ia juga membantah kesaksian eks kader PDIP, Saeful Bahri, terkait dana operasional sebesar Rp 1,5 miliar dan dana talangan yang disebut berasal darinya.
“Saya berkeberatan atas keterangan bahwa saya menyetujui dana operasional, karena tidak pernah menerima laporan tersebut,” ujar Hasto. Ia juga menyebut bahwa pernyataan soal dana talangan hanya alasan Saeful kepada istrinya, bukan fakta yang berasal darinya.
Dalam sidang, Saeful mengakui bahwa informasi soal dana talangan berasal dari Harun Masiku, bukan dari Hasto. Menanggapi itu, Hasto kembali menegaskan perlunya penangkapan Harun. “Karena itulah, sebaiknya Harun Masiku segera ditangkap. Biar terang, jelas,” tegasnya.
Hasto didakwa telah menghalangi penyidikan KPK dalam kasus suap yang melibatkan Harun Masiku. Ia disebut memerintahkan perusakan barang bukti dan membantu Harun menghindari penangkapan KPK sejak operasi tangkap tangan (OTT) pada Januari 2020. Selain itu, Hasto juga didakwa menyuap mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan sebesar Rp 600 juta bersama-sama dengan Harun Masiku, Saeful Bahri, dan Donny Tri Istiqomah.
Saat ini, Harun Masiku masih berstatus buronan sejak 2020.(octa)











