Dalam keterangannya kepada wartawan, Rahmad mengaku jika pembangunan pabrik soda ash di Gresik akan dimulai pada akhir tahun ini. Hal ini sejalan dengan komitmen Pupuk Indonesia yang terus mendorong hilirisasi dalam industri pupuk.
“Soda ash mulai dibangun tahun ini ya, akhir tahun ini,” ujar Rahmad.
Dijelaskan, salah satu bahan kimia produksi anak usaha Pupuk Indonesia adalah amoniak. Amoniak ini lah yang nanti akan digunakan sebagai soda ash. Nah, amoniak dibuat dari gas nitrogen dan gas hidrogen. Pupuk Indonesia, kata dia, akan berfokus dengan petrokimia berbasis gas alam.
“Jadi semua yang berbasis gas alam akan kita. turunkan,” tutur Rahmad.
Dia mengungkapkan, pemenuhan kebutuhan soda ash dalam negeri masih 100 impor. Jumlahnya mencapai 1,2 juta ton per tahun. Amoniak adalah salah satu bahan (selain karbon dioksida dan garam) untuk membuat soda ash. Soda ash ini bisa menjadi bahan baku kaca, keramik, deterjen, kimia, tekstil, dan kertas. Sementara Pupuk Indonesia memproduksi amoniak hingga 5,5 juta ton dari kapasitas produksi 6,5 juta ton per tahun.
“Makanya, kami akan bangun pabrik soda ash berkapasitas 300 ribu ton per tahun di Bontang dan 300 ribu ton lagi di Gresik,” pungkasnya.
Sementara itu, Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo, menyebutkan pihaknya akan membangun pabrik soda ash dengan kapasitas produksi hingga 300 ribu ton. Pabrik ini akan memanfaatkan 174 ribu ton karbon dioksida sebagai bahan baku. (red/hd)








