Seiring berjalannya waktu, semakin sulit untuk melacak pola makan Anda. Namun, jangan terburu-buru menghitung kalori.
Selama bertahun-tahun, nutrisi menjadi salah satu aspek kunci dari kehidupan yang sehat. Metabolisme dan produksi hormon tertentu secara bertahap melambat, sehingga ungkapan “kita adalah apa yang kita makan” menjadi sangat relevan.
Setelah usia 50 tahun, penting untuk menerapkan pola makan yang sehat dan lebih memperhatikan asupan makanan Anda.
Banyak wanita memasuki masa menopause pada usia ini dan mengalami kehilangan estrogen, hormon yang bertanggung jawab atas fungsi kardiovaskular dan menjaga fungsi tubuh yang penting. Dan mengonsumsi makanan yang tepat dapat membantu Anda tetap sehat.
Gula, tepung dan produk susu
Pada usia berapa pun, Anda harus mengurangi asupan makanan yang menyebabkan peradangan dalam tubuh. Ini termasuk gula dan makanan yang mengandung gula. Produk susu juga harus dibatasi karena mengandung faktor pertumbuhan seperti insulin.
Jika Anda menyalahgunakan tepung, permen, dan karbohidrat, pankreas memproduksi banyak insulin, yang dianggap sebagai penyebab utama penyakit berbahaya setelah usia 50 tahun. Dengan demikian, semakin banyak gula, semakin banyak insulin yang diproduksi. Produk susu hanya memperburuk situasi karena mereka juga meningkatkan kadarnya.
Roti dan biskuit dengan susu sebaiknya dihindari. Pewarna dan pengawet juga dapat memainkan lelucon yang kejam pada tubuh, cobalah untuk mengurangi jumlahnya.
Daging merah
Batasi asupan daging merah, terutama setelah usia 50 tahun. Ini karena seiring bertambahnya usia, konsentrasi asam lambung menurun. Dengan demikian, makanan dicerna lebih buruk dan lebih sulit dicerna, terutama daging.
Lebih baik memberi preferensi pada protein “ringan”: ikan, makanan laut, kacang-kacangan.
Kopi
Cobalah untuk mengurangi minum kopi, karena sangat mempengaruhi sistem kardiovaskular. Anda dapat memeriksa kondisinya dengan melakukan tes homosistein: ini menunjukkan reaksi sistem kardiovaskular. Jika kadarnya meningkat, kopi bukanlah tempat yang tepat.
Selain itu, minuman dengan kafein tidak memungkinkan zat besi dicerna. Artinya, mereka dapat menyebabkan defisiensi dan hipoksia (kekurangan oksigen dalam tubuh). Gejalanya meliputi pusing, lemas, dan kelelahan.
Jika tidak ada kontraindikasi (misalnya diare, masalah perut), sertakan lebih banyak sayuran segar dalam diet Anda. Anda juga harus menekankan pada ikan dan makanan laut, tetapi berhati-hatilah dengan sereal. Diperlukan makanan yang ringan, yang tidak akan sulit dicerna oleh tubuh.
Ahli gizi tidak menyarankan untuk menghitung kalori. Yang lebih penting adalah makanan lengkap yang mencakup protein, lemak, karbohidrat. Protein harus mudah dicerna, lemak – sehat. Yang terakhir ini lebih baik dikonsumsi, misalnya dalam bentuk kacang-kacangan, alpukat, ikan berlemak, telur. Lemak trans seperti margarin, mentega olahan atau lemak goreng harus dihindari.(red/hd)








