majalahsuaraforum.com-Lapas Terbuka Kelas IIB Nusakambangan mulai mempersiapkan program penanaman 2.000 pohon sukun melalui tahap penyemaian bibit. Tahap awal ini dilakukan untuk memastikan bibit memiliki kondisi yang baik dan siap dikembangkan sebelum nantinya dipindahkan ke lahan penanaman. Rabu, (07/10).
Penyemaian menjadi bagian penting dalam proses budidaya sukun, sekaligus langkah awal dalam rencana pengembangan lahan produktif di lingkungan Lapas Terbuka Nusakambangan. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi bagian dari pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui keterlibatan dalam proses pertanian dan perawatan tanaman.
Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Kegiatan Kerja Agus Pujiono menyampaikan bahwa proses penyemaian menjadi tahap awal yang perlu dilakukan dengan baik sebelum bibit ditanam di lahan.
“Saat ini kami masih berada pada tahap penyemaian. Bibit dipersiapkan dan dirawat terlebih dahulu agar nantinya memiliki kondisi yang baik ketika sudah waktunya dipindahkan ke lahan. Proses ini juga menjadi kesempatan bagi warga binaan untuk belajar dan terlibat langsung dalam kegiatan budidaya tanaman,” ujar Agus.
Sementara itu, Kalapas Terbuka Nusakambangan Agung Nurbani mengatakan bahwa rencana penanaman 2.000 pohon sukun merupakan bagian dari upaya pemanfaatan lahan secara berkelanjutan.
“Kami mulai dari tahap yang paling awal, yaitu penyemaian. Harapannya, 2.000 bibit ini dapat tumbuh dengan baik dan nantinya berkembang menjadi tanaman yang memberikan manfaat bagi lingkungan maupun program pembinaan di Lapas Terbuka Nusakambangan,” ungkap Agung.
Melalui proses yang dilakukan secara bertahap, Lapas Terbuka Nusakambangan terus mendorong pemanfaatan lahan yang produktif sekaligus memperkuat kegiatan pembinaan kemandirian bagi warga binaan.(hil)









